Program Makanan Bergizi Gratis Diperkuat dengan Rapid Test dan Pendampingan Chef Profesional
- account_circle Hasanah 014
- calendar_month Selasa, 14 Okt 2025 09:25 WIB
- visibility 107
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Kota Bandung (Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) akan memperluas pelaksanaan uji cepat (rapid test) di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai upaya memperkuat standar kebersihan dan keamanan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut telah melalui tahap uji coba di sejumlah wilayah. Menurutnya, pengujian cepat di 10 SPPG menunjukkan hasil positif dan akan segera diterapkan secara nasional untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat, terutama anak sekolah, aman dan higienis.
Ia menegaskan penerapan uji kebersihan merupakan instruksi langsung dari Presiden agar setiap satuan pelayanan siap melaksanakan standar kebersihan yang seragam.
“Ini bagian dari perintah Presiden agar setiap SPPG siap menjalankan uji kebersihan. Nomor vendor sudah kami edarkan dan minggu ini pengadaan akan dilakukan secara serempak,” tegasnya.
BGN telah menyiapkan antara 10 hingga 15 vendor resmi untuk mendistribusikan alat rapid test ke seluruh SPPG di berbagai daerah. Pengujian tersebut akan berfungsi sebagai instrumen utama dalam pengawasan kualitas gizi dan kebersihan pangan.
Dadan menambahkan, penerapan uji cepat dipandang sebagai wujud tanggung jawab pemerintah untuk menjaga mutu serta kepercayaan publik terhadap Program MBG. Ia menyebut, hasil pengujian diharapkan memberikan data yang terukur mengenai kesehatan dan kebersihan layanan.
“Dengan adanya uji cepat, setiap penyedia layanan akan memiliki data kesehatan dan kebersihan yang terukur,” ujarnya.
Selain itu, BGN juga menyiapkan tenaga profesional dari kalangan juru masak untuk mendampingi pelaksanaan program di lapangan. Sebanyak 5.000 koki yang tergabung dalam International Chef Association akan ditugaskan mendampingi SPPG baru selama minimal lima hari.
Menurut Dadan, para juru masak tersebut akan membantu memastikan seluruh proses mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pengiriman makanan sesuai dengan standar gizi dan higienitas.
“Para juru masak ini akan membantu proses pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pengiriman makanan agar sesuai standar gizi dan higienitas,” jelasnya.
Ia menegaskan pendampingan oleh tenaga profesional diperlukan agar seluruh tahapan pengolahan makanan mematuhi prinsip keamanan pangan serta memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, BGN juga sedang menyiapkan dukungan anggaran besar untuk memperkuat pelaksanaan Program MBG pada tahun 2026. Total dana yang akan dialokasikan mencapai Rp 335 triliun, terdiri dari Rp 268 triliun sebagai pagu utama dan Rp 67 triliun dana siap pakai.
“Dengan dukungan anggaran yang kuat dan sistem pengawasan yang ketat, kami ingin memastikan seluruh masyarakat memperoleh manfaat program MBG dengan kualitas terbaik,” katanya.
Dadan menekankan bahwa sinergi antara teknologi pengujian, pendampingan tenaga ahli, dan dukungan fiskal akan menjadi fondasi utama keberhasilan Program MBG di tingkat nasional.
“Dadan menegaskan kombinasi antara teknologi pengujian, pendampingan profesional, dan dukungan fiskal akan menjadi pilar utama keberhasilan program MBG secara nasional,” tulisnya.
- Penulis: Hasanah 014





