MUI Ajak Masyarakat Isi Malam Tahun Baru dengan Doa
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Senin, 29 Des 2025
- visibility 140
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar mengajak masyarakat untuk memanfaatkan malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan kegiatan doa bersama. Seruan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap warga yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
Anwar menyampaikan bahwa perayaan malam tahun baru selama ini kerap diasosiasikan dengan pesta kembang api dan hiburan yang berlebihan. Dalam situasi bangsa yang tengah dilanda berbagai musibah, ia menilai diperlukan sikap keprihatinan dan pengendalian diri.
“Kalau hanya untuk bersenang-senang dan menghamburkan biaya, sebaiknya tidak dilakukan. Terlebih saat ini bangsa kita sedang dalam suasana duka akibat bencana,” ujar Anwar, Senin (29/12/2025).
Ia mengingatkan umat Islam agar tidak mengisi malam tahun baru dengan perilaku hura-hura atau tindakan yang menjurus pada kemaksiatan. Menurutnya, hiburan tetap diperbolehkan selama dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan.
“Dalam kondisi seperti ini, doa menjadi pilihan yang lebih baik. Hiburan boleh saja, tapi harus terukur, tidak menghambur-hamburkan uang, apalagi sampai menggunakan APBD atau APBN untuk hal-hal yang berlebihan,” tuturnya.
Anwar menegaskan bahwa doa bersama memiliki nilai penting sebagai sarana memohon keselamatan bagi bangsa dan negara. Ia berharap pergantian tahun dapat dijadikan momentum refleksi diri serta penguatan solidaritas sosial.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa kepolisian tidak menerbitkan izin penyelenggaraan pesta kembang api pada malam Tahun Baru 2026. Keputusan tersebut diambil karena Indonesia masih berada dalam suasana duka akibat bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah.
“Dari Mabes Polri, kami tidak memberikan izin untuk kegiatan perayaan kembang api seperti yang biasanya dilakukan saat tutup tahun,” ujar Kapolri di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Kapolri menambahkan bahwa pengawasan teknis akan dilakukan oleh masing-masing kepolisian daerah. Ia juga mengimbau masyarakat agar mengisi malam tahun baru dengan kegiatan yang bermanfaat serta mendoakan para korban bencana.
“Kami tidak merekomendasikan penggunaan kembang api di akhir tahun. Saat ini kita berada dalam situasi keprihatinan bersama, sehingga sebaiknya malam pergantian tahun dimanfaatkan untuk mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra,” pungkasnya.
- Penulis: Bobby Suryo



