Breaking News
Trending Tags

Bocah 6 Tahun Kritis Ditembak Senapan Angin Ayah Tiri di Sukabumi, Peluru Tembus Kepala?

  • account_circle Friska Putri Aryananta
  • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026 09:20 WIB
  • visibility 200
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sempat Dibawa ke Puskesmas

Melihat SH terluka parah, S panik dan segera memanggil istrinya. Mereka bergegas membawa korban menuju Puskesmas Kadudampit. Namun karena fasilitas terbatas dan luka yang dialami cukup serius, tenaga medis memutuskan korban harus dirujuk.

Akhirnya SH dipindahkan ke RS Betha Medika Cisaat dan kini dirawat secara intensif di ruang ICU.

Sementara itu, pihak kepolisian telah mengamankan S untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Terduga pelaku sudah diamankan dan sedang dilakukan pemeriksaan. Perkara ini kami limpahkan ke Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

Polisi Lakukan Olah TKP

Aparat juga telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian guna memastikan kronologi lengkap. Di sisi lain, pemerintah desa membantu keluarga korban, terutama dalam proses pengurusan jaminan kesehatan melalui BPJS.

Kasus bocah tertembak senapan ini pun menjadi perhatian warga sekitar karena terjadi di lingkungan rumah saat aktivitas perawatan senjata dilakukan.

Begini Spesifikasi Senapan Anginnya

Senapan yang digunakan diketahui merupakan senapan angin rakitan tipe PCP kaliber 4,5 mm. Dari tampilan luarnya, popor kayu berwarna cokelat tua terlihat cukup mencolok dengan serat yang jelas.

Di bagian badan, terdapat tabung udara bertekanan tinggi berwarna hitam yang dipasang sejajar dengan laras. Senjata itu juga dilengkapi teropong bidik di bagian atasnya. Ujung larasnya tampak gelap dengan panjang yang cukup signifikan.

Secara teknis, tipe ini dikenal memiliki tekanan kuat dan lazim dipakai untuk berburu maupun olahraga menembak. Dengan daya dorong tinggi, risiko luka berat hingga fatal bisa terjadi apabila penggunaannya tidak memperhatikan standar keamanan.

Kapolsek kembali menegaskan bahwa letusan terjadi tanpa disadari karena peluru masih berada di dalam.

“Senapan angin itu sedang dibersihkan dan diperbaiki oleh ayah sambung korban inisial S (35). Yang bersangkutan tidak mengetahui masih ada peluru di dalam laras, kemudian senjata meletus,” kata Suhendar kepada detikJabar.

Sumber Foto: TOENTAS

(*foto yang digunakan sebagai bentuk ilustrasi)

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Friska Putri Aryananta
expand_less