IQ Anak Bisa Meningkat? Terapkan 7 Kebiasaan Sehat yang Meningkatkan IQ Anak
- account_circle Friska Putri Aryananta
- calendar_month Minggu, 22 Feb 2026 19:00 WIB
- visibility 341
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
2. Tidur yang Cukup
Tidur bukan sekadar istirahat. Saat tidur, otak melakukan proses konsolidasi memori yaitu menyimpan informasi yang dipelajari sepanjang hari.
Menurut penelitian dari Harvard Medical School (Walker, 2005), kurang tidur dapat menurunkan kemampuan fokus, daya ingat, serta performa kognitif. Anak yang mendapatkan tidur sesuai rekomendasi usia menunjukkan performa akademik yang lebih baik.
Untuk anak usia sekolah, kebutuhan tidur ideal adalah 9–11 jam per malam.
3. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak. Hal ini membantu pertumbuhan sel saraf baru (neurogenesis).
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The effect of acute treadmill walking on cognitive control and academic achievement in preadolescent children (Hillman et al., 2009) menemukan bahwa anak yang rutin berolahraga menunjukkan peningkatan fungsi eksekutif dan kemampuan berpikir kompleks.
Olahraga sederhana seperti bersepeda, berenang, atau bermain aktif sudah cukup memberi manfaat signifikan bagi perkembangan IQ.
4. Stimulasi Kognitif Harian Anak
Permainan seperti puzzle, catur, atau teka-teki logika membantu melatih working memory dan kemampuan problem solving.
Penelitian dari University of Michigan (Jaeggi et al., 2008) menunjukkan bahwa latihan memori kerja (working memory training) dapat meningkatkan fluid intelligence, komponen penting dalam pengukuran IQ. Artinya, kebiasaan melatih otak secara konsisten bisa membantu meningkatkan kemampuan berpikir logis.
- Penulis: Friska Putri Aryananta




