Breaking News
Trending Tags

“Cukup Aku yang WNI?” Intip Perjuangan Susy Susanti Demi Status WNI

  • account_circle Friska Putri Aryananta
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026 07:15 WIB
  • visibility 412
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Susy Susanti bukan sekadar nama besar dalam dunia bulu tangkis. Ia adalah simbol perjuangan, nasionalisme, dan dedikasi tanpa batas untuk Indonesia. Di tengah ramainya perbincangan publik soal penerima LPDP yang viral karena pernyataan “cukup aku aja yang WNI, anakku jangan”, kisah hidup Susy Susanti terasa kontras dan relevan untuk direnungkan kembali.

Siapa Susy Susanti?

Susy Susanti lahir pada 11 Februari 1971 di Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan nama asli Lucia Francisca Susi Susanti Haditono. Ia dikenal sebagai legenda bulu tangkis Indonesia, khususnya di nomor tunggal putri.

Namanya tercatat dalam sejarah ketika ia meraih medali emas Olimpiade pertama untuk Indonesia di ajang Olimpiade Barcelona 1992. Kemenangan itu bukan hanya prestasi pribadi, melainkan momen bersejarah yang mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.

Perjalanan Karier: Dari Latihan Keras hingga Puncak Dunia

Sejak kecil, Susy sudah menunjukkan bakat luar biasa dalam bulu tangkis. Ia bergabung dengan klub legendaris PB Djarum dan menjalani latihan disiplin yang ketat.

Sepanjang kariernya, ia menorehkan berbagai prestasi, di antaranya:

  • Juara All England (1993, 1994)

  • Medali emas Olimpiade 1992

  • Piala Uber bersama tim Indonesia

  • Berbagai gelar Grand Prix dunia

Namun, kesuksesan itu tidak datang dengan mudah. Di balik podium dan medali, ada pengorbanan fisik, mental, dan identitas yang jarang dibahas publik.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Friska Putri Aryananta
expand_less