Breaking News
Trending Tags

Awardee LPDP Ini Tolak Karier di Amerika Serikat, Pilih Kembali untuk Papua

  • account_circle Friska Putri Aryananta
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026 09:36 WIB
  • visibility 321
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebelum LPDP, Deky Adalah Guru Kimia

Sebelum menjadi awardee LPDP, Deky adalah guru di sekolah swasta Papua. Ketertarikannya pada STEM membuatnya dipercaya mengajar Kimia.

Ia mengusung pendekatan pembelajaran kontekstual yang mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Ubi jalar, wortel, hingga hasil kebun dipakai sebagai media belajar.

“Kami mulai dengan apa yang sudah mereka ketahui,” kata Deky.

Pendekatan ini bukan tanpa alasan. Ia tumbuh dalam keterbatasan ekonomi seperti banyak anak Papua lainnya. Namun orang tuanya menanamkan nilai bahwa pendidikan adalah jalan perubahan.

“Ayah saya sangat mendukung pendidikan kami,” tutur Deky.
“Setelah bekerja, beliau akan mengajari kami membaca, menulis, dan berhitung,” imbuhnya.

Ia menjadi orang pertama di keluarganya yang menamatkan studi sarjana hingga pascasarjana. Saat sang ayah wafat ketika ia masih kuliah, pamannya melanjutkan dukungan hingga ia bisa menyelesaikan pendidikan dan berkarier sebagai guru.

Perjalanan Mendapatkan Beasiswa LPDP

Saat mengajar di SMA Kristen Kalam Kudus Jayapura, Deky melihat potensi besar siswa Papua di bidang sains asal diajarkan dengan bahasa dan konteks yang tepat. Ia pun merasa perlu meningkatkan kapasitas diri.

“Saya tahu saya perlu mengejar gelar master,” ungkapnya.

Informasi beasiswa LPDP ia peroleh dari media sosial dan pengumuman BPSDM Papua. Prosesnya panjang dan menantang, termasuk persiapan bahasa Inggris selama sembilan bulan.

“Yang terpenting adalah tidak menyerah,” tegasnya.

Setelah enam bulan pelatihan, skor IELTS-nya masih belum memenuhi syarat. Ia memperpanjang persiapan tiga bulan lagi hingga akhirnya lolos standar.

Berkat dukungan LPDP, ia melanjutkan studi ke Arizona State University. Meski pandemi mengubah fokus akademiknya ke Geokimia Organik Hidrotermal, pengalaman tersebut mempertemukannya dengan laboratorium kelas dunia serta budaya akademik yang mendorong pemikiran kritis.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Friska Putri Aryananta
expand_less