Breaking News
Trending Tags

Viral Influencer Bekasi Diduga Tahan Dana Endorse UMKM

  • account_circle Atep Hilmansyah
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026 19:53 WIB
  • visibility 296
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bekasi, Hasanah.id- Nama seorang influencer Bekasi berinisial PB alias Pandu Bone mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Influencer TikTok yang memiliki ratusan ribu pengikut itu menjadi sorotan setelah sejumlah pelaku UMKM mengaku mengalami kerugian akibat dugaan penahanan dana endorse.

Kasus influencer Bekasi ini mencuat setelah beberapa pelaku usaha membagikan tangkapan layar percakapan dan bukti transfer pembayaran jasa promosi. Mereka menyebut telah mentransfer dana jutaan rupiah untuk pembuatan konten, namun materi promosi yang dijanjikan tak kunjung dipublikasikan.

Salah satu korban influencer Bekasi  ini mengaku telah membayar Rp2 juta pada Desember 2025 untuk paket promosi lengkap, termasuk kunjungan langsung ke lokasi usaha dan pembuatan video. Namun menurut pengakuannya, influencer Bekasi tersebut tidak pernah datang ke tempat usaha dan permintaan pengembalian dana juga tidak direspons.

Dalam percakapan yang beredar, awalnya dijanjikan kunjungan untuk produksi konten. Namun menjelang jadwal pelaksanaan, alasan pribadi seperti urusan perceraian disebut menjadi penyebab penundaan. Memasuki akhir Desember 2025, korban mulai meminta uangnya kembali. Sang influencer disebut sempat berjanji akan mentransfer dana pada hari Senin, tetapi realisasi tak kunjung terjadi.

Kekecewaan para pelaku UMKM semakin bertambah setelah muncul unggahan Instagram Story dari akun @pandu.bone yang bertuliskan, “Ga gw balikin duitnya. Itung-itung visit,” sebagaimana dikutip gobekasi, Rabu (25/2/2026). Unggahan itu kemudian disebarluaskan oleh kreator lain sehingga memperluas perhatian publik terhadap dugaan kasus yang melibatkan influencer Bekasi tersebut.

Tak hanya satu korban, pemilik usaha mie ayam bakso juga mengaku mengalami hal serupa. Ia menyebut telah melakukan pembayaran penuh saat momen grand opening usahanya. Influencer Bekasi itu disebut sempat datang dan makan di lokasi, namun konten promosi tidak pernah tayang hingga masa promosi berakhir.

Di tengah sorotan, yang bersangkutan sempat mengunggah kondisi dirinya sedang dirawat di rumah sakit melalui Instagram Story. Ia mengaku sakit dan merasa didesak tanpa empati. Ia juga menyatakan tarif endorse normalnya mencapai Rp15 juta, namun untuk UMKM baru diberi potongan hingga sekitar Rp1 juta. Dalam salah satu percakapan yang tersebar, ia menuliskan bahwa biaya kunjungan biasanya Rp3 juta dan mengaku telah membantu dengan negosiasi harga.

Pernyataan tersebut dibantah oleh pihak UMKM. Salah satu suami korban menyebut justru mereka yang didesak untuk segera melakukan transfer agar jadwal promosi tidak diberikan kepada pihak lain.

Kontroversi ini memicu reaksi luas warganet. Banyak yang mengecam dugaan praktik yang dinilai merugikan pelaku usaha kecil. Tak lama setelah polemik membesar, sejumlah akun media sosial milik influencer Bekasi tersebut dilaporkan tidak lagi dapat diakses. Hingga kini belum ada pernyataan resmi lanjutan dari yang bersangkutan.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui apakah para korban telah menempuh jalur hukum. Para pelaku UMKM berharap ada penyelesaian yang adil agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus menjadi pengingat bahwa kerja sama promosi digital tetap memerlukan perjanjian yang jelas dan perlindungan hukum bagi kedua belah pihak.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Atep Hilmansyah
expand_less