Breaking News
Trending Tags

Viral Utang Jenazah Ditagih Ibu-Ibu Saat Pemakaman, Ternyata Ini Alasannya

  • account_circle Friska Putri Aryananta
  • calendar_month 03 Maret 2026, 05:09 WIB
  • visibility 134
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAMPANG, Hasanah.id – Aksi menagih utang terjadi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah emak-emak menahan prosesi pemakaman viral di media sosial. Penyebabnya bukan persoalan adat atau sengketa keluarga, melainkan dugaan utang almarhumah yang belum diselesaikan semasa hidupnya.

Peristiwa ini terjadi di Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, dan langsung menyita perhatian publik karena dilakukan di tengah suasana duka.

Kronologi Video Viral Penahanan Jenazah

Dalam video yang beredar, terlihat dua perempuan mendekati seorang kiai yang sedang menyampaikan pesan sebelum jenazah diberangkatkan ke makam. Mereka meminta izin untuk menyampaikan sesuatu di hadapan para pelayat.

“Kiaeh tak langkong, abdhinah bedeh se epadepak aginah, tak langkong (Kiai mohon maaf, saya ada yang ingin disampaikan mohon maaf),” ujar emak-emak di tengah kerumunan petakziah, seperti dalam video yang dilihat detikJatim, Senin (2/3/2026)

Tak berhenti di situ, perempuan tersebut kemudian membeberkan dugaan tanggungan almarhumah.

“Panikah almarhum andik otang, sagemik gram emas biasah, pesse lema belles juta, perkiraan duratos lema beles jutah otangah (Almarhumah ini punya utang, 25 gram emas, uang 15 juta, diperkirakan 215 juta utangnya),” lanjutnya.

Ucapan itu sontak membuat suasana semakin tegang. Mereka bahkan meminta agar jenazah tidak dimakamkan sebelum ada pihak keluarga yang bertanggung jawab.

“Tak langkong jek koburagi montak tage bedeh nyandek nakpotonah maupun suaminah maupun tretannah tak langkong jek koburagi manggu petong Toron. (Maaf jangan dikuburkan sebelum ada yang bertanggung jawab anaknya maupun suaminya maupun saudaranya, maaf jangan dikuburkan meskipun sampai tujuh turunan),” bebernya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Friska Putri Aryananta
expand_less