Selat Hormuz Memicu Lonjakan Harga Minyak, Begini Jawaban Bahlil
- account_circle Friska Putri Aryananta
- calendar_month 04 Maret 2026, 09:30 WIB
- visibility 48
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Hasanah.id – Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran publik. Isu mengenai penutupan selat hormuz dan memanasnya situasi geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat pasar energi global bergejolak.
Namun di tengah kondisi tersebut, pemerintah memastikan harga BBM subsidi di Indonesia tetap stabil dan belum mengalami perubahan.
Harga BBM Subsidi Dipastikan Tetap Stabil
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan berubah meskipun selat hormuz membuat harga minyak mentah dunia melonjak.
“Kalau harga BBM yang subsidi, yang bensin Pertalite, itu mau (harga minyak dunia) naik berapa pun, tetap harganya sama sebelum ada perubahan dari pemerintah,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Saat ini:
-
Pertalite: Rp 10.000 per liter
-
Biosolar: Rp 6.800 per liter
Pernyataan ini menegaskan bahwa masyarakat pengguna BBM subsidi tidak perlu khawatir terhadap lonjakan harga global dalam waktu dekat.
- Penulis: Friska Putri Aryananta
