Autisme Jadi Korban Prank Kejam, Diberi Takjil Ternyata Isinya Sampah
- account_circle Friska Putri Aryananta
- calendar_month Rabu, 11 Mar 2026 12:48 WIB
- visibility 188
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Sebuah kisah menyedihkan yang melibatkan penyandang autisme viral di media sosial setelah seorang perempuan di Malaysia diduga menjadi korban prank yang sangat tidak manusiawi.
Perempuan tersebut menerima sebuah kantong plastik dari orang tak dikenal yang mengaku bahwa isinya adalah makanan untuk berbuka puasa. Namun, setelah dibuka di rumah, isi kantong itu ternyata bukan makanan, melainkan sampah rumah tangga.
Kejadian ini pertama kali dibagikan oleh laman Facebook Negeri Sembilan Kini dan langsung menuai perhatian serta simpati dari banyak warganet.
Mengira Mendapat Takjil untuk Berbuka Puasa
Dalam cerita yang beredar, perempuan penyandang autisme itu sedang berjalan-jalan di luar rumahnya menjelang waktu berbuka puasa. Saat itu, seseorang yang tidak dikenal menghampirinya dan memberikan sebuah kantong plastik.
Menurut penjelasan kakaknya, orang tersebut mengatakan bahwa kantong tersebut berisi makanan untuk berbuka puasa atau takjil.
Karena percaya dengan perkataan tersebut, perempuan itu membawa pulang kantong tersebut dengan perasaan senang. Ia mengira mendapat makanan untuk berbuka puasa.
Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama.
Kantong Dibuka, Isinya Sampah Rumah Tangga
Sesampainya di rumah, keluarga membuka kantong plastik tersebut. Betapa terkejutnya mereka ketika mengetahui bahwa isi kantong tersebut sama sekali bukan makanan.
Alih-alih berisi hidangan berbuka puasa, di dalamnya justru terdapat berbagai sampah rumah tangga.
Mengutip laporan World of Buzz (10/2), isi kantong tersebut terdiri dari kulit telur, kantong teh bekas, hingga sisa makanan yang sudah dimakan sebagian.
Peristiwa ini membuat keluarga perempuan penyandang autisme tersebut merasa sangat sedih dan terpukul.
- Penulis: Friska Putri Aryananta



