Breaking News
Trending Tags

Kanker Paru Bergeser ke Usia Muda, Dokter Ungkap Pentingnya Deteksi Dini

  • account_circle Aramuti Bunga
  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026 20:00 WIB
  • visibility 183
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Meskipun merokok masih menjadi faktor risiko utama, kami semakin sering menemukan pasien berusia lebih muda dan pasien yang tidak memiliki riwayat merokok. Faktor risiko seperti perokok pasif, polusi udara, paparan di tempat kerja, serta faktor genetika adalah kontributor penting yang tidak boleh diabaikan,” ujar Dr. Tanujaa Rajasekaran.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam mengatasi kanker paru adalah keterlambatan diagnosis. Pasalnya, gejala awal seperti batuk berkepanjangan, kelelahan, sesak napas, dan nyeri dada sering dianggap sebagai penyakit ringan.

“Deteksi dini secara signifikan meningkatkan hasil pengobatan,” sambungnya.

Ia menegaskan bahwa gejala yang berlangsung lebih dari beberapa minggu tidak boleh disepelekan. Pemeriksaan dan evaluasi lebih awal akan memberikan peluang kesembuhan yang lebih besar.

Lebih lanjut, Dr. Tanujaa menjelaskan pentingnya menjaga pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat sehari-hari.

“Tidak ada yang namanya superfood. Jadi pesannya selalu konsumsi balanced diet. Jadi jumlah buah, sayur, daging itu harus diperhatikan,” tegasnya.

“Banyak studi menunjukkan pentingnya latihan atau olahraga. Penelitian juga menemukan bahwa orang yang rutin berolahraga memiliki risiko terkena kanker lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang berolahraga,” lanjutnya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Aramuti Bunga
expand_less