Breaking News
Trending Tags

Kronologi Andrie Yunus Diserang Air Keras Usai Hadiri Podcast

  • account_circle Atep Hilmansyah
  • calendar_month 13 Maret 2026, 20:37 WIB
  • visibility 176
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id- Serangan penyiraman air keras menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, pada Kamis (12/3) malam di kawasan Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut menyebabkan Andrie mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan insiden terjadi setelah Andrie menghadiri acara podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang berlangsung di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Acara tersebut berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelah kegiatan itu, Andrie Yunus meninggalkan lokasi dengan mengendarai sepeda motor. Saat melintas di Jalan Salemba I menuju Talang, Jakarta Pusat, dua orang pelaku yang tidak dikenal tiba-tiba menghampirinya.

Menurut keterangan KontraS, kedua pelaku datang dari arah berlawanan di Jalan Talang atau sekitar Jembatan Talang dengan menggunakan satu sepeda motor. Kendaraan yang digunakan diduga motor matic Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021. Kedua pelaku berjenis kelamin laki-laki, dengan peran masing-masing sebagai pengendara dan penumpang.

Dalam aksi tersebut, pelaku menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie Yunus. Serangan itu mengakibatkan luka serius di sejumlah bagian tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata.

Akibat kejadian tersebut, Andrie Yunus langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami luka bakar sekitar 24 persen.

Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyebut proses penyelidikan saat ini dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat dengan memeriksa saksi serta menelusuri lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Robby Hefados, juga membenarkan adanya insiden penyiraman tersebut. Ia menyampaikan bahwa hingga kini laporan resmi dari korban belum diterima, namun penyidik tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku melalui metode scientific investigation.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Atep Hilmansyah
expand_less