Efek Konflik Iran, Harga BBM Naik di Asia Tenggara, Harga di Indonesia Naik?
- account_circle Atep Hilmansyah
- calendar_month Senin, 23 Mar 2026 16:43 WIB
- visibility 405
- comment 0 komentar
- print Cetak

Efek Konflik Iran, Harga BBM Naik di Asia Tenggara, Harga di Indonesia Naik? (istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung, Hasanah.id- Harga BBM naik di sejumlah negara Asia Tenggara menjadi perhatian di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Namun, kondisi tersebut belum berdampak pada harga bahan bakar minyak di Indonesia yang masih terpantau stabil.
Berdasarkan informasi dari situs resmi Pertamina, harga BBM baik subsidi maupun nonsubsidi belum mengalami perubahan sejak awal Maret 2026.
Harga BBM di Indonesia Masih Stabil
Untuk wilayah Jakarta, harga Pertalite (RON 90) masih berada di angka Rp10.000 per liter. Sementara itu, solar subsidi dijual Rp6.800 per liter.
Pada kategori BBM nonsubsidi, Pertamax (RON 92) dipatok Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) Rp13.100 per liter, dan Pertamax Green (RON 95) Rp12.900 per liter.
Adapun Dexlite dijual Rp14.200 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada di harga Rp14.500 per liter.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU swasta. Harga BBM di Shell, BP, dan Vivo tidak mengalami perubahan sejak awal bulan.
Shell Super (RON 92) tercatat Rp12.390 per liter, sementara V-Power Diesel dijual Rp14.620 per liter.
Di SPBU BP, harga BP Ultimate (RON 95) berada di Rp12.930 per liter, BP 92 Rp12.390 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp14.620 per liter.
- Penulis: Atep Hilmansyah




