Breaking News
Trending Tags

Rencana 1 Juta Satelit AI Elon Musk Tuai Kecaman Keras Ilmuwan

  • account_circle Friska Putri Aryananta
  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026 06:54 WIB
  • visibility 172
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Isu Satelit AI kini menjadi sorotan serius di dunia sains. Royal Astronomical Society (RAS) mengeluarkan peringatan keras terhadap rencana ambisius dari SpaceX milik Elon Musk serta startup asal California, Reflect Orbital.

Kedua proyek tersebut dinilai berpotensi menyebabkan perubahan permanen pada langit malam dan berdampak besar terhadap aktivitas astronomi. Bahkan, komunitas ilmiah global bersama European Southern Observatory (ESO) secara resmi telah menyatakan penolakan mereka melalui pengajuan ke Federal Communications Commission (FCC) di Amerika Serikat.

Ancaman dari Konstelasi Satelit Skala Besar

Kekhawatiran utama datang dari proposal SpaceX yang ingin meluncurkan hingga 1 juta satelit. Satelit ini dirancang sebagai pusat data di orbit untuk mendukung perkembangan teknologi AI.

Namun, jumlah dan tingkat kecerahan satelit tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan. Para ilmuwan memperkirakan bahwa hanya dengan ribuan satelit saja, objek-objek ini sudah bisa terlihat jelas oleh mata telanjang bahkan melebihi jumlah bintang yang biasa terlihat di langit malam.

“Proposal-proposal ini tak hanya akan berdampak buruk pada ilmu astronomi, tapi juga akan menghalangi hak semua orang di Bumi menikmati langit malam. Itu tak dapat diterima,” tegas Dr. Robert Massey, wakil direktur eksekutif di RAS.

Tak hanya soal jumlah, dampak visual dari Satelit AI ini juga menjadi perhatian serius. Para ahli menilai keberadaan satelit dalam jumlah masif akan merusak pengalaman melihat langit malam yang selama ini menjadi bagian dari warisan manusia.

“Bintang-bintang di atas kita adalah bagian berharga warisan umat manusia. Mengerahkan lebih dari satu juta satelit yang sangat terang akan benar-benar menghancurkan hal ini dan merusak pemandangan alam secara permanen,” imbuhnya dikutip dari Newsweek, Selasa (24/3/2026).

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Friska Putri Aryananta
expand_less