Viral Utang Pinjol Rakyat Indonesia Tembus Rp100 Triliun
- account_circle Friska Putri Aryananta
- calendar_month 07 April 2026, 20:37 WIB
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Pertumbuhan layanan Pinjol di Indonesia kembali mencatat angka yang mencolok. Hingga Februari 2026, total utang masyarakat pada layanan pinjaman online atau peer-to-peer (P2P) lending telah menembus Rp100,69 triliun. Angka ini menunjukkan betapa besarnya peran pembiayaan digital dalam memenuhi kebutuhan finansial masyarakat saat ini.
Data resmi dari Otoritas Jasa Keuangan mengungkapkan bahwa nilai tersebut mengalami kenaikan signifikan sebesar 25,75 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Hal ini mencerminkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap akses pinjaman berbasis teknologi.
Kenaikan Utang Pinjol Terus Berlanjut
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menjelaskan bahwa peningkatan utang Pinjol juga terjadi secara bulanan. Pada Januari 2026, total pinjaman tercatat sebesar Rp98,54 triliun, kemudian meningkat Rp2,15 triliun pada Februari.
“Outstanding pembiayaan pinjaman daring per Februari 2026 tumbuh 25,75 persen secara tahunan dengan nominal mencapai Rp100,69 triliun,” ujar Agusman dalam konferensi pers, Senin (6/4/2026).
Lonjakan ini menegaskan bahwa Pinjol masih menjadi solusi cepat bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dana, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Di balik pertumbuhan pesat tersebut, terdapat tantangan yang perlu diwaspadai, yakni meningkatnya risiko kredit macet. Tingkat wanprestasi atau TWP90 tercatat naik menjadi 4,54 persen pada Februari 2026, dibandingkan Januari yang berada di angka 4,38 persen.
“Tingkat risiko kredit secara agregat atau TWP90 berada di posisi 4,54 persen,” jelasnya.
Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa semakin banyak peminjam yang mengalami kesulitan dalam melunasi kewajibannya, sehingga perlu perhatian lebih dari regulator dan pelaku industri.
Tak hanya Pinjol, industri pergadaian juga menunjukkan performa yang impresif. Hingga Februari 2026, pembiayaan pergadaian melonjak 61,78 persen secara tahunan menjadi Rp152,4 triliun.
Sebagian besar pembiayaan tersebut berasal dari produk gadai, dengan nilai mencapai Rp126 triliun atau sekitar 83,01 persen dari total pembiayaan. Seiring dengan itu, total aset industri pergadaian juga meningkat dari Rp171,07 triliun pada Januari menjadi Rp182,71 triliun di Februari 2026.
Berbeda dengan dua sektor sebelumnya, industri modal ventura mencatat pertumbuhan yang relatif lebih lambat. Pada Februari 2026, pembiayaan hanya naik 0,78 persen secara tahunan menjadi Rp16,46 triliun. Meski demikian, total asetnya tetap mengalami peningkatan hingga mencapai Rp27,63 triliun.
Sumber Foto: Jogja Polri
- Penulis: Friska Putri Aryananta



