BPN Kota Cimahi: Masa Depan Pembangunan Kota Sangat Bergantung pada Kekuatan Data
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month 09 April 2026, 12:10 WIB
- visibility 66
- comment 0 komentar
- print Cetak

DPD JWI Kota Cimahi gelar talkshow bersama BPN Kota Cimahi, Rabu, 8/04/2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – CIMAHI. Kebutuhan Sistem Informasi pertanahan yang kuat dan terintegrasi menjadi sorotan dan pembahasan dalam sebuah talkshow.
DPD Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Kota Cimahi bersama Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Cimahi menggelar talkshow mengambil tema ‘Menciptakan Ruang Kota yang terpadu, seimbang, dan mensejahterakan’ yang dilaksanakan di Hotel Tjimahi, pada Rabu, 8/04/2026.
Hadirkan tiga narasumber yaitu Kepala Kantor Pertanahan Cimahi Andhi Pratama Putra, Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widiatmoko dan Kepala Dinas PUPR Kota Cimahi Wilman Sugiansyah, mengupas persoalan dan solusi menghadapi pergerakan pembangunan Kota Cimahi.
Kepala Kantor BPN Kota Cimahi Andhi Pratama Putra membuka pemaparannya terkait kebutuhan akan sistem informasi pertanahan yang kuat dan terintegrasi dalam talkshow tersebut.
Dikatakan Andhi, sejatinya, para pemangku kebijakan telah bersepakat jika masa depan pembangunan kota sangat bergantung pada kekuatan data.
Ketiga narasumber menyoroti satu benang merah, yaitu tanpa sistem informasi yang solid, pembangunan berisiko berjalan tanpa arah.
Andhi Pratama Putra bahkan menyebut sistem informasi pertanahan sebagai “fondasi tak terlihat” yang menentukan keberhasilan tata ruang kota.
Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan pergerakan kaum urban, kompleksitas persoalan lahan semakin meningkat dan menuntut solusi berbasis data.
“Sistem informasi pertanahan itu menjadi dasar. Tanpa data yang akurat dan terintegrasi, sulit bagi kita untuk merencanakan pembangunan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa fungsi sistem ini tidak berhenti sebagai penyimpanan data semata, melainkan sebagai jembatan antar sektor.
Dengan sistem yang terintegrasi, seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah hingga investor yang mengacu pada sumber informasi yang sama.
“Ini penting untuk menghindari tumpang tindih kebijakan dan meminimalkan potensi konflik pertanahan,” tambahnya.
Menariknya, penguatan sistem informasi ini juga dipandang sebagai magnet investasi. Data yang jelas dan transparan dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor karena memberikan kepastian hukum dan perencanaan.
“Kalau datanya sudah kuat, maka perencanaan akan lebih mudah, investasi juga lebih percaya diri masuk,” kata Andhi.
Selain berdampak pada kebijakan makro, sistem ini juga menyentuh langsung pelayanan publik.
Masyarakat diharapkan dapat mengakses informasi status dan pemanfaatan lahan dengan lebih cepat, jelas, dan tanpa prosedur berbelit.
Namun, Andhi mengingatkan bahwa membangun sistem terintegrasi bukanlah pekerjaan satu institusi.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar data yang dihasilkan benar-benar sinkron dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Ini bukan kerja satu pihak. Harus dibangun bersama,” tegasnya.
Dengan penguatan sistem informasi pertanahan, Cimahi kini memposisikan diri menuju kota modern yang mengedepankan transparansi dan efisiensi.
Harapannya, tata ruang yang lebih tertib dan berkelanjutan bukan lagi sekadar wacana, melainkan arah nyata pembangunan ke depan. (Uwo)***
- Penulis: Unggung Rispurwo



