Breaking News
Trending Tags

Siap-siap Harga BBM Naik! Bahlil Lahadalia: Tunggu Hasil Perhitungan Pemerintah

  • account_circle anshori
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026 07:00 WIB
  • visibility 364
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Sekarang kita masih melakukan exercise. Dan mudah-mudahan doakan agar betul harga ICP bisa turun. Itu akan jauh lebih baik lagi,” jelasnya.

Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kebijakan harga BBM di dalam negeri. Jika harga ICP mengalami penurunan, maka peluang untuk menjaga harga BBM tetap stabil atau bahkan lebih rendah akan semakin terbuka.

Bahlil juga menambahkan bahwa hingga saat ini proses penghitungan tersebut masih berlangsung dan belum mencapai tahap final. Pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai badan usaha, termasuk Pertamina Patra Niaga serta pihak swasta lainnya yang bergerak di sektor energi.

“Tapi sampai dengan sekarang kita masih melakukan perhitungan dengan badan usaha, seperti Pertamina dan swasta,” imbuh Bahlil.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan industri energi dan kebutuhan masyarakat. Penyesuaian harga BBM non-subsidi tentu tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga berpengaruh pada berbagai sektor lain, termasuk logistik dan industri.

Sebagai informasi, harga BBM non-subsidi di Indonesia saat ini masih mengacu pada kebijakan yang berlaku sejak 1 Maret 2026. Berdasarkan ketetapan tersebut, harga BBM jenis RON 92 atau Pertamax berada di kisaran Rp12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green dengan RON 95 dibanderol sekitar Rp12.900 per liter, dan Pertamax Turbo (RON 98) berada di angka Rp13.100 per liter.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: anshori
expand_less