Khaby Lame Tersandung Skandal, TikToker Terpopuler Dunia Jadi Perbincangan
- account_circle Friska Putri Aryananta
- calendar_month Minggu, 12 Apr 2026 08:36 WIB
- visibility 370
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Nama Khaby Lame kembali jadi sorotan. Sosok yang dikenal sebagai “raja reaksi tanpa suara” di TikTok ini sempat dikabarkan berubah status menjadi miliarder dalam waktu singkat. Namun, di balik kabar fantastis tersebut, tersimpan cerita yang jauh lebih kompleks bahkan memicu kecurigaan banyak pihak.
Khaby Lame dan Lonjakan Nilai Fantastis
Pada Januari lalu, publik dikejutkan oleh pengumuman dari Rich Sparkle Holdings terkait kesepakatan bernilai USD 975 juta atau sekitar Rp 15,6 triliun. Kesepakatan ini berkaitan dengan perusahaan pemegang hak komersial Khaby, yakni Step Distinctive.
Sekilas, transaksi ini terlihat seperti pembelian tunai biasa. Namun ternyata, struktur kesepakatan tersebut jauh dari sederhana. Transaksi ini disusun dalam bentuk saham, dengan total 75 juta lembar saham baru yang diterbitkan.
Skema ini sempat membuat Khaby Lame menyandang status miliarder—setidaknya secara teknis. Hal ini terjadi ketika saham Rich Sparkle melonjak tajam setelah pengumuman tersebut.
Dokumen yang beredar juga menyebutkan bahwa Khaby menguasai sekitar 49 persen saham Step Distinctive, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kombinasi kepemilikan ini membuat valuasi kekayaannya melonjak drastis dalam waktu singkat.
Namun, status tersebut lebih bersifat “di atas kertas” dibandingkan realitas finansial yang benar-benar cair.
Seiring berjalannya waktu, euforia tersebut mulai meredup. Lonjakan harga saham yang tidak stabil, promosi besar-besaran, hingga dokumen yang dinilai kurang transparan membuat banyak pihak mulai mempertanyakan validitas kesepakatan ini.
Fenomena ini bahkan disebut-sebut mulai menyerupai praktik manipulasi pasar. Konsep bisnis yang ditawarkan Rich Sparkle sejak awal juga dinilai terlalu ambisius dan sulit direalisasikan.
Salah satu rencana besar dari Rich Sparkle adalah menciptakan avatar berbasis AI dari Khaby Lame. Avatar ini disebut akan digunakan untuk menangani kerja sama brand hingga menjual produk di berbagai platform media sosial.
Tak tanggung-tanggung, perusahaan tersebut menargetkan penjualan tahunan hingga USD 4 miliar atau sekitar Rp 64 triliun.
Namun, banyak pelaku industri yang meragukan ide ini. Mengubah figur publik menjadi “mesin perdagangan AI” di pasar terbuka dianggap terlalu spekulatif dan penuh risiko.
Menariknya, di tengah polemik yang berkembang, Khaby Lame justru memilih untuk tidak memberikan komentar publik sejak Januari.
Ia bahkan diketahui telah menghapus simbol saham Rich Sparkle dari bio media sosialnya dan menolak menanggapi berbagai permintaan wawancara.
Sikap diam ini justru semakin menambah tanda tanya besar di kalangan publik dan pengamat industri.
Sumber: Business Insider
Sumber Foto: Radar Mojokerto
- Penulis: Friska Putri Aryananta




