Breaking News
Trending Tags

DPR AS Soroti Trump Diduga Alami Demensia, Apa Itu Demensia?

  • account_circle Friska Putri Aryananta
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026 11:40 WIB
  • visibility 288
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penyebab Demensia

Demensia terjadi akibat kerusakan sel saraf di otak yang berfungsi mengirimkan sinyal ke seluruh tubuh. Ketika sel-sel ini rusak, kemampuan otak dalam memproses informasi akan menurun.

Kerusakan tersebut bisa dipicu oleh berbagai penyakit atau kondisi tertentu. Penting diketahui bahwa demensia bukan bagian normal dari proses penuaan, meskipun risiko meningkat seiring bertambahnya usia.

Faktor Risiko Demensia

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami demensia antara lain:

  • Usia di atas 65 tahun
  • Riwayat keluarga dengan kondisi serupa
  • Sindrom Down
  • Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
  • Aterosklerosis (penumpukan plak di pembuluh darah)
  • Kadar kolesterol jahat (LDL) tinggi
  • Gula darah tinggi
  • Kadar homosistein dalam darah yang tinggi

Faktor-faktor tersebut berkontribusi terhadap kerusakan pembuluh darah maupun sel saraf di otak.

Gejala Demensia yang Perlu Diwaspadai

Gejala demensia dapat bervariasi tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Namun, beberapa tanda umum yang sering muncul meliputi:

  • Penurunan daya ingat dan sering kebingungan
  • Kesulitan berbicara atau berkomunikasi
  • Gangguan dalam memahami atau mengekspresikan pikiran
  • Sering mengulang pertanyaan yang sama
  • Mudah tersesat atau berkeliaran
  • Penggunaan kata-kata yang tidak biasa
  • Kesulitan mengelola keuangan
  • Aktivitas sehari-hari menjadi lebih lambat
  • Kehilangan minat terhadap hobi
  • Perilaku impulsif dan gangguan keseimbangan
  • Berkurangnya empati terhadap orang lain
  • Halusinasi atau delusi dalam kondisi tertentu

Isu yang menyeret nama Donald Trump menunjukkan bahwa kesehatan kognitif bukan hanya persoalan medis, tetapi juga bisa berdampak luas pada kepemimpinan dan kepercayaan publik. Memahami demensia sejak dini menjadi langkah penting agar gejala dapat dikenali lebih cepat dan penanganan bisa dilakukan secara tepat.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Friska Putri Aryananta
expand_less