Breaking News
Trending Tags

Jerome Polin Tutup Menantea Usai Rugi Rp38 Miliar, Akui Ada Manipulasi Keuangan

  • account_circle Atep Hilmansyah
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026 20:26 WIB
  • visibility 292
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung, Hasanah.id- Bisnis minuman teh kekinian Menantea milik Jerome Polin resmi menghentikan seluruh operasionalnya mulai 25 April 2026. Keputusan ini diambil setelah perusahaan mengalami kerugian besar yang ditaksir mencapai Rp38 miliar.

Pengumuman penutupan disampaikan melalui akun Instagram resmi @menantea.toko pada 11 April 2026, bertepatan menjelang ulang tahun kelima brand tersebut. Pihak manajemen menyebut keputusan ini bukan hal mudah, mengingat perjalanan Menantea yang sempat menjadi salah satu merek minuman populer di kalangan anak muda.

Di balik keputusan tersebut, Jerome Polin sebelumnya telah mengungkap penyebab utama kerugian dalam sebuah siniar di kanal YouTube milik Cellos pada 6 Maret 2025. Ia mengakui adanya kesalahan dalam pengelolaan keuangan, terutama karena terlalu mempercayakan laporan finansial kepada satu pihak.

Menurut Jerome Polin, laporan keuangan yang selama ini digunakan berbasis Excel ternyata tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Kecurigaan muncul saat data laporan tidak sesuai dengan saldo rekening perusahaan. Setelah dilakukan pengecekan mutasi rekening, ditemukan adanya perbedaan signifikan.

Ia mengungkap bahwa manipulasi data tersebut membuat kondisi keuangan perusahaan tidak terpantau dengan baik. Bahkan, keuangan Menantea sempat berada di titik nol dan mengalami kerugian hingga Rp38 miliar.

Dari total dana yang beredar, sekitar Rp5 hingga Rp6 miliar disebut sempat diambil, sementara sebagian lainnya digunakan untuk menutup kebutuhan operasional. Dana tersebut diduga dialihkan untuk menutup kekurangan di tempat lain.

Meski menghadapi kerugian besar, Jerome Polin mengaku sempat menggelontorkan dana pribadi demi mempertahankan operasional bisnis. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap para mitra yang telah bekerja sama dengan Menantea hingga masa kontrak mereka selesai.

Ia juga mengakui bahwa kesibukannya di berbagai proyek membuat pengawasan terhadap internal bisnis menjadi kurang optimal. Menurutnya, kepercayaan dalam kerja sama bisnis memang penting, namun tetap harus diimbangi dengan kontrol yang ketat.

Penutupan Menantea pun menjadi pelajaran berharga, terutama dalam hal transparansi dan pengelolaan keuangan. Kasus ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan salah satu brand minuman yang sempat memiliki tempat di hati konsumen muda.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Atep Hilmansyah
expand_less