Breaking News
Trending Tags

Proyek Gedung Sate dan Gasibu Tuai Polemik, Dedi Mulyadi: Aspalnya Diganti Menjadi Batu

  • account_circle anshori
  • calendar_month 28 April 2026
  • visibility 40
  • comment 0 Komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks untuk kenyamanan membaca.

HASANAH.ID – Rencana revitalisasi kawasan Gedung Sate yang mencakup penyatuan dengan Lapangan Gasibu masih memicu perdebatan di tengah publik hingga saat ini.

Proyek tersebut mendapat perhatian serius, terutama dari kalangan pegiat pelestarian heritage yang menilai langkah itu berpotensi mengganggu tata ruang Kota Bandung yang telah terbentuk sejak era kolonial Belanda.

Sejumlah pihak mengkhawatirkan bahwa perubahan yang direncanakan dapat menggeser nilai historis kawasan tersebut.
Namun, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa proyek revitalisasi yang tengah disiapkan tidak melanggar aturan, khususnya terkait perlindungan bangunan cagar budaya.

Menurut Dedi, bagian yang akan mengalami perubahan bukanlah bangunan utama Gedung Sate, melainkan ruas Jalan Diponegoro yang selama ini memisahkan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu.

Ia menekankan bahwa perubahan tersebut perlu dilihat secara objektif, apakah termasuk dalam kategori pelanggaran terhadap kawasan heritage atau tidak.

“Nanti kita lihat, yang sebenarnya kan bukan dihilangkan, yang digeser itu adalah jalan. Nah, tinggal apakah jalan termasuk bangunan heritage? gitu loh, tinggal dicek saja,” kata Dedi saat ditemui di Kota Bandung, Senin (27/4/2026).

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: anshori
expand_less