Respons Manajemen Green SM yang Diduga Jadi Pemicu Kecelakaan Kereta di Bekasi
- account_circle Aramuti Bunga Shakila
- calendar_month 28 April 2026
- visibility 69
- comment 0 Komentar
- print Cetak

Tangkapan layar pernyataan Green SM Indonesia (@id.greensm).
info Atur ukuran teks untuk kenyamanan membaca.
Hasanah.id – Manajemen taksi hijau Green SM Indonesia buka suara terkait kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin, 27 April 2026.
Diketahui sebelumnya, Argo Bromo Anggrek menabrak commuter line dari belakang. Hal itu terjadi karena commuter line tersebut berhenti setelah menabrak Taksi Hijau Green SM di jalur perlintasan kereta.
Argo Bromo Anggrek menabrak kereta listrik itu tepat di bagian gerbong perempuan. Hingga hari ini, Selasa, 28 April 2026, dikonfirmasi terdapat tujuh korban tewas dan 81 korban luka-luka.
Menanggapi peristiwa tersebut, manajemen Green SM menyebut pihaknya telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi atas insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026 malam.
Pihak manajemen juga mengaku menaruh perhatian penuh terhadap insiden yang memakan banyak korban itu.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” tulis akun Instagram @id.greensm, Selasa (28/4/2026) dini hari.
- Penulis: Aramuti Bunga Shakila



