Breaking News
Trending Tags

Bandung Ricuh Saat Hari Buruh, Dedi Mulyadi: Tiba-tiba Gruduk dan Membakar

  • account_circle Atep Hilmansyah
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026 14:59 WIB
  • visibility 146
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung, Hasanah.id- Kericuhan mewarnai peringatan Hari Buruh di Bandung yang berlangsung pada Jumat, 1 Mei 2026. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut, terutama karena aksi awalnya berjalan damai sebelum berubah menjadi ricuh.

Melalui pernyataan di akun Instagram resminya pada Sabtu (2/5/2026), Dedi mengungkapkan bahwa situasi Hari Buruh di Bandung awalnya terkendali sejak sore hingga malam hari. Namun, kondisi berubah setelah muncul kelompok yang diduga memanfaatkan momentum tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kelompok tersebut datang tanpa pemberitahuan aksi unjuk rasa maupun orasi. Secara tiba-tiba, mereka melakukan tindakan agresif seperti penyerangan dan pembakaran di sejumlah titik.

Menurut Dedi, kejadian dalam Hari Buruh di Bandung ini sudah ditangani oleh aparat gabungan dari kepolisian. Ia memastikan bahwa kondisi di lapangan kini telah kembali aman dan terkendali.

Dedi juga mengajak masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang. Ia menegaskan bahwa aparat keamanan mampu mengendalikan situasi serta akan menindak tegas pelaku yang terlibat dalam kericuhan Hari Buruh di Bandung.

Sementara itu, dari sisi kepolisian, Rudi Setiawan turun langsung memimpin pengamanan. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya tidak ada agenda unjuk rasa buruh di wilayah Bandung maupun Jawa Barat secara umum.

Aksi yang sempat berlangsung hanyalah demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat dan kawasan Jatinangor. Kegiatan tersebut pun berakhir sekitar pukul 17.00 WIB dalam kondisi kondusif.

Namun situasi berubah ketika sekelompok orang berpakaian serba hitam dengan wajah tertutup muncul dan mulai melakukan perusakan. Dalam insiden Hari Buruh di Bandung tersebut, fasilitas umum menjadi sasaran, mulai dari banner hingga infrastruktur penting.

Rudi mengungkapkan bahwa kelompok tersebut bahkan membawa benda berbahaya seperti molotov. Aksi mereka tidak hanya merusak, tetapi juga membakar sejumlah fasilitas seperti lampu lalu lintas, CCTV milik pemerintah daerah, pos polisi di Tamansari, hingga videotron.

Selain itu, kelompok tersebut juga dilaporkan melakukan sweeping terhadap pengguna jalan, yang memicu ketakutan di tengah masyarakat.

Aparat gabungan dari kepolisian, pemerintah daerah, dan Kodam III Siliwangi langsung turun tangan untuk mengendalikan situasi. Rudi menegaskan bahwa tindakan para pelaku sudah masuk kategori kriminal dan membahayakan banyak pihak.

Pihak kepolisian memastikan akan menindak tegas pelaku kericuhan Hari Buruh di Bandung sesuai hukum yang berlaku, sekaligus menjamin keamanan masyarakat tetap terjaga.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Atep Hilmansyah
expand_less