Pelarian Pendiri Ponpes di Pati Berakhir di Wonogiri, Sembunyi Dekat Makam Keramat
- account_circle Faruq Aditya - News Writer
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026 20:58 WIB
- visibility 98
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pelarian Pendiri Ponpes di Pati
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wonogiri, Hasanah.id – Pelarian panjang pimpinan lembaga pendidikan agama yang menjadi tersangka kasus asusila akhirnya menemui titik terang. Pelarian pendiri Ponpes di Pati berinisial AS (51) resmi berakhir setelah jajaran Satreskrim Polresta Pati berhasil melacak keberadaannya di wilayah pelosok Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Tersangka ditemukan bersembunyi di sebuah rumah warga yang terletak di lereng bukit, jauh dari hiruk-pikuk pemukiman padat penduduk.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, kronologi penangkapan ini bermula dari pelacakan intensif tim gabungan terhadap jejak digital dan informasi masyarakat. Pelarian pendiri Ponpes di Pati ini diketahui mengarah ke Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, pada Rabu (6/5/2026). Di lokasi tersebut, tersangka tidak memilih hotel atau penginapan komersial untuk bersembunyi, melainkan menyelinap ke rumah warga yang berada tepat di dekat kompleks pemakaman tokoh lokal, Raden Gunungsari.
Kronologi Kedatangan Tersangka di Wonogiri
Kepala Desa Bakalan, Sutanto, memberikan konfirmasi resmi mengenai kehadiran tersangka di wilayahnya. Menurut keterangannya, pelarian pendiri Ponpes di Pati tersebut sampai di Desa Bakalan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Tersangka menempuh perjalanan menggunakan jasa ojek dari pusat Kecamatan Purwantoro menuju Dusun Gedong Giong. Area ini dikenal cukup terisolasi karena berjarak sekitar 1 kilometer dari pusat keramaian desa.
“Informasi dari warga kami yang menerima tamu, yang bersangkutan (AS) masuk ke Desa Bakalan hari Rabu pagi. Dia naik ojek dari Purwantoro, kemudian ganti ojek lagi untuk menuju puncak atau area makam tersebut. Dia langsung menuju ke salah satu rumah warga dan meminta izin untuk menginap di sana,” ungkap Sutanto saat memberikan keterangan kepada media. Lokasi rumah yang dipilih tersangka memang sering dijadikan tempat persinggahan bagi peziarah yang ingin mengunjungi makam Raden Gunungsari.
Warga setempat yang menerima AS sama sekali tidak menaruh curiga. Hal ini dikarenakan penampilan tersangka yang tenang dan sopan, selayaknya peziarah pada umumnya. Selain itu, pelarian pendiri Ponpes di Pati ini didukung oleh fakta bahwa rumah warga tersebut memang terbuka bagi siapa saja yang ingin beristirahat setelah berziarah, meskipun pemilik rumah bukanlah juru kunci makam secara resmi.
- Penulis: Faruq Aditya - News Writer
- Editor: Redaktur Hasanah



