Breaking News
Trending Tags

Mengenang Kapal Induk Prancis yang Menuju Timur Tengah Pernah Singgah di RI

  • account_circle Hasanah Team
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026 15:59 WIB
  • visibility 115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kapal Induk Nuklir Charles de Gaulle Dikirim ke Timur Tengah, Pernah Singgah di Lombok Awal 2025

Hasanah.id – Di tengah meningkatnya suhu geopolitik di kawasan Timur Tengah, sebuah kabar menarik muncul mengenai armada militer Eropa yang memiliki ikatan khusus dengan Indonesia. Kapal induk Prancis, Charles de Gaulle, yang sedang berlayar menuju Timur Tengah ternyata pernah singgah di wilayah Republik Indonesia. Charles de Gaulle dikerahkan ke Laut Merah untuk bersiaga dalam misi pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang hingga kini masih diblokade Iran.

Bagi masyarakat Indonesia, pengerahan kapal ini ke zona konflik juga membawa kenangan tersendiri akan momen bersejarah ketika armada paling bertenaga di Eropa itu pernah membelah perairan nusantara.

Misi ke Timur Tengah: Perintah Langsung Macron

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pengerahan kapal tersebut dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Selasa (3/3/2026). “Saya sudah memerintahkan kapal induk Charles de Gaulle, aset udaranya, dan kapal fregat pengawalnya untuk berlayar menuju Mediterania,” kata Macron.

Kapal induk Charles de Gaulle ditarik dari Atlantik Utara untuk menuju Mediterania Timur dan singgah di pelabuhan Malmo, Swedia, sebelum melanjutkan perjalanan. Charles de Gaulle juga membawa 20 jet Rafale dan dua pesawat radar Hawkeye yang akan berkontribusi dalam mengamankan wilayah udara.

Macron menegaskan Prancis tidak mendukung serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran karena dinilai tidak sesuai dengan hukum internasional. Dia mendorong agar kekerasan segera dihentikan dan penyelesaian konflik dilakukan melalui jalur diplomasi.

Sejarah Berkesan di Lombok: Momen Bersejarah bagi Indonesia

Mulai 28 Januari 2025 hingga satu pekan, untuk pertama kalinya Charles de Gaulle merapat di Indonesia, yakni di Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kapal induk bertenaga nuklir pertama Prancis itu singgah dalam Misi Clemenceau 25 di Samudra Pasifik selama enam bulan yang dimulai sejak November 2024.

Kunjungan ini bukan sekadar persinggahan teknis biasa. Pada Sabtu (1/2/2025), Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Charles de Gaulle, bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali. Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie di antaranya meninjau combat management system Charles de Gaulle.

Charles de Gaulle sebelumnya juga telah melakukan latihan gabungan multinasional bersandi “La Perouse 25” bersama kapal perang dari delapan negara di Selat Malaka, Sunda, dan Lombok, pada 16 hingga 25 Januari 2025.

Komandan Pangkalan TNI AL Mataram Kolonel Laut Waluyo menilai kunjungan kapal induk Charles de Gaulle merupakan bukti dari suatu hubungan kerja sama pertahanan antara Prancis dengan Indonesia. “Tentunya ini adalah kerja sama yang bagus dan ke depannya. Saya yakin dari kegiatan ini dapat memberikan dampak positif untuk kemajuan TNI, khususnya TNI AL,” ujarnya.

Profil Raksasa Bertenaga Nuklir

Charles de Gaulle merupakan kapal induk yang diluncurkan pada 1994. Kapal ini memiliki panjang 261 meter, lebar 64 meter, tinggi 75 meter, dan berat 42.500 ton. Kecepatan maksimalnya 27 knots. Charles de Gaulle mampu menampung 1.850 personel termasuk 600 penerbang. Kapal induk ini bisa membawa sekitar 30 jet tempur Rafale.

Charles de Gaulle adalah kapal induk bertenaga nuklir pertama dan satu-satunya yang dioperasikan Angkatan Laut Prancis, sekaligus satu-satunya kapal induk nuklir di luar armada Amerika Serikat.

Makna Strategis bagi Indonesia

Hasanah.id mencatat bahwa kunjungan Charles de Gaulle ke Lombok pada awal 2025 memiliki dimensi strategis yang jauh melampaui sekadar persinggahan logistik. Sebagai negara yang berbatasan dengan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, Prancis dan Indonesia secara teratur bekerja sama untuk keamanan maritim di kawasan ini.

Kini, saat Charles de Gaulle berlayar menuju zona konflik yang paling panas di dunia, kenangan tentang momen bersejarah di Pelabuhan Gili Mas Lombok menjadi pengingat bahwa Indonesia adalah mitra strategis yang dihormati oleh kekuatan maritim terbesar di Eropa. Sebuah catatan diplomasi yang manis di tengah dinamika dunia yang terus bergolak.

Hasanah.id akan terus mengawal perkembangan situasi di Timur Tengah dan implikasinya bagi keamanan maritim global serta kepentingan strategis Indonesia.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Hasanah Team
  • Editor: redaksi hasanah.id
expand_less