SMAN 1 Pontianak Buka Suara Terkait Polemik Artikulasi dan Integritas Penjurian
- account_circle MFC Team
- calendar_month Selasa, 12 Mei 2026 12:15 WIB
- visibility 172
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kontroversi memuncak ketika regu lain memberikan jawaban yang secara substansi identik dengan apa yang disampaikan Ocha, namun juri justru memberikan poin penuh 10. Perbedaan perlakuan inilah yang memicu protes spontan dan cerdas dari siswa SMAN 1 Pontianak di atas panggung hingga videonya viral.
Klarifikasi Resmi Pihak SMAN 1 Pontianak Usai Insiden LCC MPR
Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Faisal, secara terbuka memberikan apresiasi terhadap keberanian mental anak didiknya. Menurutnya, pihak sekolah mendukung penuh langkah siswa yang berani mempertahankan kebenaran selama dilakukan dengan cara yang sopan dan sesuai koridor.
“Kami di SMAN 1 Pontianak mendidik siswa bukan hanya untuk menjadi pintar secara akademik, tapi juga memiliki karakter yang kuat. Apa yang dilakukan Ocha adalah bentuk pertahanan atas integritas jawaban yang ia yakini benar,” ujar Faisal.
Pihak sekolah menegaskan bahwa fokus utama mereka bukanlah pada hasil akhir atau trofi, melainkan pada proses pembelajaran bagi siswa. Faisal juga menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Persoalan Artikulasi dan Penggunaan Teknologi dalam Penjurian
- Penulis: MFC Team




