Dolar Tembus Rp 17.500! Mengintip Titik Genting Nilai Tukar Rupiah dalam Sejarah Ekonomi Indonesia
- account_circle MFC Team
- calendar_month Selasa, 12 Mei 2026 14:01 WIB
- visibility 252
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dolar Tembus Rp 17.500! Mengintip Titik Genting Nilai Tukar Rupiah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa ketidakpastian global, terutama dampak dari ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah, menjadi faktor utama di balik anjloknya kurs. Investor cenderung mengamankan aset mereka ke dalam bentuk safe haven seperti dolar AS, yang pada gilirannya menekan mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Melacak Sejarah: Titik Genting Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa
Pelemahan saat ini membawa memori kolektif kita pada Krisis Moneter 1998. Jika kita melihat sejarah, Nilai Tukar Rupiah pernah mengalami kehancuran paling dahsyat pada periode Mei-Juni 1998. Saat itu, ketidakpastian politik yang berujung pada pengunduran diri Presiden Soeharto membuat rupiah terjun bebas dari kisaran Rp 2.000-an menjadi Rp 16.000-an per dolar AS dalam waktu singkat.
Krisis Reformasi dan Era Transisi
Tidak berhenti di tahun 1998, gejolak kembali terjadi pada April 2001. Di masa transisi kepemimpinan nasional pasca-reformasi, rupiah sempat tertatih di kisaran Rp 10.500 hingga Rp 12.000 per dolar AS. Ketidakstabilan politik domestik saat itu terbukti menjadi musuh utama bagi penguatan mata uang kita.
Guncangan 2018 dan Pandemi 2020
Loncatan signifikan lainnya terjadi pada Oktober 2018, di mana rupiah menyentuh Rp 15.230/US$. Saat itu, krisis ekonomi di negara-negara seperti Turki dan Argentina memberikan efek domino yang merembet ke pasar keuangan Indonesia. Kemudian, pada Maret 2020, pandemi COVID-19 yang melanda dunia sempat menyeret Nilai Tukar Rupiah ke level Rp 16.000-an karena kepanikan pasar global.
- Penulis: MFC Team




