Desakan PM Inggris Keir Starmer Mundur Kian Menguat, Kursi Panas di Downing Street Mulai Goyang?
- account_circle MFC Team
- calendar_month Rabu, 13 Mei 2026 14:43 WIB
- visibility 224
- comment 0 komentar
- print Cetak

Desakan PM Inggris Keir Starmer Mundur Kian Menguat
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Internal Partai Buruh Terbelah, Lebih dari 60 Anggota Parlemen Berontak
Kekuatan yang mendorong desakan PM Inggris Keir Starmer mundur justru datang dari dalam “rumahnya” sendiri. Tercatat, lebih dari 60 dari total 403 anggota parlemen Partai Buruh secara terang-terangan meminta Starmer untuk meletakkan jabatan.
Situasi semakin pelik dengan mundurnya empat ajudan pemerintah sebagai bentuk protes. Joe Morris, mantan sekretaris pribadi parlemen untuk Menteri Kesehatan, menyatakan secara terbuka bahwa Starmer tidak lagi memiliki mandat publik untuk memimpin perubahan. “Sudah jelas bahwa Perdana Menteri tidak lagi memiliki kepercayaan publik,” tegasnya melalui akun media sosial X.
Skandal Peter Mandelson dan Isu Ekonomi yang Tercecer
Selain faktor elektabilitas, desakan PM Inggris Keir Starmer mundur juga dipicu oleh serangkaian kesalahan kebijakan dan skandal personil. Starmer terseret dalam pusaran kritik terkait penunjukan dan pemecatan Peter Mandelson sebagai Duta Besar Inggris untuk Washington. Mandelson dilaporkan memiliki keterkaitan dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, sebuah isu sensitif yang merusak citra bersih yang coba dibangun Starmer.
Di sisi ekonomi, warga Inggris masih bergulat dengan tingginya biaya hidup. Starmer dinilai gagal mendorong pertumbuhan ekonomi yang nyata bagi rakyat kecil. Meskipun ia sempat mendapat pujian karena berani menolak tekanan Donald Trump terkait isu Iran, prestasi tersebut tampaknya tidak cukup kuat untuk membendung rasa frustrasi masyarakat atas kondisi domestik yang tak kunjung membaik.
- Penulis: MFC Team




