Sejarah Gunung Tambora: Letusan Dahsyat 1815 yang Mengubah Iklim Dunia dan Mengubur Peradaban Nusantara
- account_circle MFC Team
- calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026 11:12 WIB
- visibility 171
- comment 0 komentar
- print Cetak

sejarah Gunung Tambora
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kronologi Tragedi Erupsi 1815 yang Mengguncang Langit Nusantara
Memasuki tahun 1812, fase tidur panjang dari sejarah Gunung Tambora mulai terusik ketika kaldera purbanya mulai bergemuruh dan memuntahkan kepulan awan hitam pekat. Puncaknya terjadi pada bulan April 1815, sebuah rentetan letusan plinian pendek mengawali bencana kemanusiaan global. Tepat pada tanggal 5 April 1815, dentuman pertama terdengar sangat keras layaknya tembakan meriam perang, menyebar hingga radius ribuan kilometer sampai ke Makassar di Sulawesi, Batavia (kini Jakarta) di Pulau Jawa, bahkan Ternate di Kepulauan Maluku.
Eskalasi letusan dalam sejarah Gunung Tambora mencapai titik klimaks yang sangat mengerikan pada tanggal 10 April 1815. Tiga kolom api raksasa dilaporkan menyembur tegak lurus menembus lapisan stratosfer hingga ketinggian mencapai 43 kilometer ke langit. Seluruh tubuh gunung diselimuti cairan lava membara, disertai aliran piroklastik atau awan panas sejauh belasan kilometer yang menyapu bersih pemukiman warga setempat. Letusan kolosal berskala 7 Volcanic Explosivity Index (VEI) ini seketika memotong sepertiga puncak gunung dan menyisakan kaldera raksasa berdiameter 7 kilometer dengan kedalaman sekitar 800 meter.
- Penulis: MFC Team




