Breaking News
Trending Tags

Anggaran MBG Dipangkas Jadi Rp268 Triliun, Ini Alasan Prabowo Lakukan Penghematan

  • account_circle Atep Hilmansyah
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026 10:34 WIB
  • visibility 131
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung, Hasanah.id- Anggaran MBG Dipangkas dalam APBN 2026 setelah pemerintah memutuskan menurunkan pagu program Makan Bergizi Gratis dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Kebijakan tersebut dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar penggunaan dana dapat berlangsung lebih hemat dan tepat sasaran.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa Anggaran MBG Dipangkas sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pola pengelolaan program serta penggunaan anggaran oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Purbaya, hingga akhir April 2026 realisasi dana yang telah disalurkan untuk program tersebut mencapai Rp75 triliun. Nilai tersebut setara dengan 22,4 persen dari pagu awal sebesar Rp335 triliun.

Dengan Anggaran MBG Dipangkas, pemerintah berharap pelaksanaan program tetap berjalan optimal tanpa mengurangi manfaat bagi puluhan juta penerima di seluruh Indonesia.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan dana Rp75 triliun tersebut telah digunakan untuk melayani 61,96 juta penerima manfaat. Program itu juga telah didukung oleh 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Purbaya menyebut masih terdapat kemungkinan efisiensi tambahan. Namun, pemerintah belum mengumumkan besaran maupun pos anggaran lain yang berpotensi disesuaikan.

Presiden Prabowo saat ini terus meninjau mekanisme kerja program, termasuk strategi belanja BGN, agar Anggaran MBG Dipangkas tidak memengaruhi tujuan utama program, yakni menyediakan makanan bergizi bagi siswa sekolah.

Di sisi lain, pemerintah juga melaporkan kinerja APBN hingga 30 April 2026. Belanja negara tercatat mencapai Rp1.082,8 triliun atau 28,2 persen dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Secara tahunan, angka tersebut tumbuh 34,3 persen.

Belanja pemerintah pusat meningkat 51,1 persen menjadi Rp826 triliun. Rinciannya, belanja kementerian dan lembaga mencapai Rp400,5 triliun, sementara belanja non-kementerian/lembaga sebesar Rp425,5 triliun.

Sementara itu, pendapatan negara tercatat sebesar Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan perkembangan tersebut, defisit APBN berada di level Rp164,4 triliun atau setara 0,64 persen terhadap produk domestik bruto.

Meski Anggaran MBG Dipangkas, pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi prioritas dan akan terus dijalankan secara lebih efisien dan terukur.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Atep Hilmansyah
expand_less