Blackout di Sumatra Dipicu Power Swing, PLN Ungkap Kronologi Listrik Padam Massal
- account_circle Atep Hilmansyah
- calendar_month Senin, 25 Mei 2026 14:03 WIB
- visibility 128
- comment 0 komentar
- print Cetak

Blackout di Sumatra Dipicu Power Swing, PLN Ungkap Kronologi Listrik Padam Massal (freepik)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Akibat terputusnya jalur timur, aliran listrik dari wilayah selatan seperti Palembang dan Lampung mendadak berpindah ke Jalur Barat 275 kV. Perubahan arus listrik dalam jumlah besar itulah yang memicu fenomena power swing atau osilasi tegangan tinggi.
Blackout di Sumatra semakin meluas ketika jalur barat juga harus mengisolasi sistem untuk mencegah kerusakan yang lebih besar. Di titik Muara Bungo menuju Sungai Rumbai, dua sirkuit kembali mengalami trip sehingga sistem kelistrikan Sumatera akhirnya terbelah dua.
Wilayah selatan Sumatera disebut masih stabil karena memiliki pasokan pembangkit yang cukup. Namun kondisi berbeda terjadi di wilayah utara yang mengalami kekurangan daya listrik secara signifikan.
Edwin menerangkan, frekuensi listrik di wilayah utara terus menurun hingga menyebabkan sejumlah pembangkit tidak mampu bertahan dan akhirnya trip secara beruntun. Kondisi tersebut memicu efek domino yang berujung pada padamnya listrik di Jambi, Riau, Sumbar, Sumut, hingga Aceh.
Dalam proses pemulihan blackout di Sumatra, PLN membutuhkan waktu berbeda di tiap wilayah tergantung jenis pembangkit yang digunakan. Pembangkit diesel dan gas dapat kembali menyala dalam waktu 3 hingga 5 jam, sedangkan pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU memerlukan waktu sinkronisasi sekitar 20 sampai 30 jam.
- Penulis: Atep Hilmansyah




