Breaking News
Trending Tags

Hukum Teknologi: Redam Gugatan Dampak Mental Anak, Instagram dan TikTok Sepakat Bayar Uang Damai Rp 418 Miliar!

  • account_circle Rizky NurAzis
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026 10:17 WIB
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

  1. Aktifkan Batas Waktu Penggunaan (Screen Time) Manfaatkan fitur pembatas durasi yang tersedia di Instagram, TikTok, dan platform lainnya. Tetapkan aturan harian yang jelas agar anak tidak menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar gadget.
  2. Atur Akun Privat dan Pengawasan Pastikan akun anak disetel ke mode privat, batasi interaksi dengan akun yang tidak dikenal, dan aktifkan pengawasan orang tua. Ini penting untuk mencegah cyberbullying dan paparan konten yang tidak sesuai usia.
  3. Bangun Komunikasi Terbuka Luangkan waktu berkualitas setiap hari untuk berdiskusi dengan anak tentang dunia digital. Ajarkan mereka membedakan antara kehidupan nyata dan realitas yang direkayasa di media sosial, serta bangun kepercayaan agar anak mau terbuka saat menghadapi masalah.

Refleksi Mendalam tentang Etika Bisnis Teknologi

Kesepakatan Rp 418 miliar ini adalah tamparan keras bagi industri teknologi global. Selama ini, banyak platform lebih fokus pada pertumbuhan pengguna dan keuntungan iklan tanpa mempertimbangkan dampak psikologis yang ditimbulkan, terutama pada anak-anak yang otaknya masih dalam tahap perkembangan.

Di Indonesia, di mana pengguna media sosial sangat tinggi, isu ini menjadi sangat relevan. Banyak orang tua merasa khawatir melihat anak-anak semakin sulit lepas dari ponsel. Momentum ini diharapkan mendorong perusahaan teknologi untuk lebih bertanggung jawab, sekaligus mendorong pemerintah dan masyarakat untuk semakin aktif dalam literasi digital.

Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Kita perlu menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat, di mana teknologi menjadi alat pemberdayaan, bukan sumber kehancuran mental.

Semoga kesepakatan ini menjadi awal dari perubahan yang lebih besar. Mari kita kawal bersama agar ruang digital menjadi tempat yang aman dan mendidik bagi generasi mendatang. Kepada para orang tua, tetaplah waspada dan penuh kasih sayang dalam mendampingi anak di dunia maya.

Hasanah.id – Mengabarkan Dengan Hati.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Rizky NurAzis
  • Editor: redaksi hasanah.id
expand_less