Shooting On The Road Part 2 Sukses Digelar di Cafe Katumiri Parongpong
- account_circle Unggung Rispurwo
- calendar_month Rabu, 3 Jun 2026 10:11 WIB
- visibility 110
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto Bersama: Para peserta dan narasumber foto Bersama usai gelaran Shooting on the road part 2 selesai dilaksanakan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – PARONGPONG. Kertawangi Film Festival (KFF), SDC 12 & PWO FILM kembali sukses menggelar Pelatihan Perfilman part 2 yang dilaksanakan di Cafe Katumiri, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 02/05/2026.
Program pelatihan ini berfokus selain teori dasar juga praktik produksi film, mulai dari pra-produksi, produksi, hingga distribusi dan pemasaran untuk mencetak sineas muda profesional.
Program yang dibalut dalam tema “Shooting on the road” ini, bertujuan selain mengisi waktu berbuka puasa juga mempererat silaturahmi para sineas muda juga pelajar yang memiliki minat tinggi terhadap Perfilman.
Antusias para peserta dibuktikan dengan banyaknya para pendaftar baik dari Kota Bandung, Cimahi, Bandung Barat sehingga penyelenggara harus membagi waktu dalam penyelenggaraannya.
30 peserta hadir dalam part dua tersebut. Seperti dikatakan panitia, Gugus Kurniawan, pihaknya membatasi peserta agar lebih fokus menerima materi-materi pelatihan.
Menghadirkan para narasumber yang atau pemateri yang berpengalaman masing-masing bidang seperti Ipank PWO, Bayu Getar Alam, Lukman dan Surya serta dukungan dari AE Visual, Cafe Katumiri dan BRAM Studio.
“Hari ini kita membuka program Pelatihan Perfilman tahap dasar dan lanjutan, alhamdulillah responnya positif, bahkan terpaksa kami harus membatasi peserta selain agar lebih fokus juga keterbatasan waktu dan tempat, dimana di bulan Ramadan ini waktunya sangat terbatas, tetapi bisa kita maksimalkan dan kita padat kan dengan efektif dengan pemateri yang berpengalaman dan profesional,” ujar Gugus saat ditemui di lokasi penyelenggaraan, cafe Katumiri, 02/06/2026.
Disinggung terkait modul pelatihan yang diselenggarakan, Gugus menjelaskan jika tahap awal yang diberikan ada tiga materi yaitu, Story Development & Script Writing, Directing a short movie serta basic Cinematography.
“Hari ini kami berikan tiga materi dasar seperti penulisan cerita, penggunaan kamera, penyuntingan (editing), dan manajemen produksi, Cinematografi, seperti teknik pencahayaan, pergerakan kamera, dan komposisi yang dibarengi dengan praktik masing-masing peserta serta dukungan sejumlah talent, harapannya peserta bisa lebih memahami dan dari teori-teori yang dijelaskan sebelumnya,” imbuhnya.
Menurut Gugus, program Shooting on the road kedua ini menjadi salah satu fasililitator para kreator film sehingga dapat membuka ruang bagi pengembangan sumber daya manusia dan inkubasi talenta lokal, sehingga dapat tumbuh secara optimal.
Ia berharap pemerintah daerah khususnya Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan lainnya bisa lebih membuka mata terhadap potensi sumberdaya manusia bidang Perfilman.
“Ini merupakan langkah lanjutan dari sebuah gagasan awal, harapannya bisa membangun ekosistem industri film yang kuat. Disini peran pemerintah dibutuhkan membangun kolaborasi dalam upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia khususnya bidang Perfilman, guna melahirkan sineas-sineas muda yang mampu bersaing secara global,” ujarnya.
Sementara, salah seorang peserta dari Bandung menyampaikan apresiasi atas digelarnya Shooting on the road do Cafe Katumiri.
“Sangat berkesan mengikuti acara seperti ini, kami bisa menambah ilmu secara langsung yang belum didapatkan di kampus atau sekolah, harapannya bisa digelar kembali episode ketiga dan seterusnya dan yang menarik lokasi seperti di Cafe Katumiri ini juga sangat bagus dan cocok dengan acara yang dilaksanakan, banyak view dan ide bagus didapatkan di Cafe Katumiri dan acara ini,” ujarnya. (Uwo) **
- Penulis: Unggung Rispurwo




