Breaking News
Trending Tags

BUMN Dipangkas Jadi 250 Perusahaan, Prabowo Pastikan Tak Ada PHK Karyawan

  • account_circle Atep Hilmansyah
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 18:13 WIB
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Presiden juga menargetkan proses transformasi BUMN dipangkas dan konsolidasi tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Dony Oskaria Pastikan Tidak Ada PHK

Di sisi lain, Dony Oskaria menegaskan restrukturisasi yang sedang dijalankan tidak akan berdampak pada pengurangan jumlah tenaga kerja. Seluruh pegawai akan dialihkan ke perusahaan hasil penggabungan sehingga tidak ada karyawan yang kehilangan pekerjaan.

Menurut Dony, saat ini Danantara tengah melakukan proses streamlining terhadap sekitar 1.077 perusahaan BUMN menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan, dengan target penyelesaian pada 2026.

Ia mengungkapkan sekitar 52 persen perusahaan BUMN masih mengalami kerugian dengan total mencapai Rp20 triliun. Karena itu, konsolidasi dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperbaiki kinerja perusahaan negara.

Dony menjelaskan biaya tenaga kerja hanya berkisar Rp2 triliun hingga Rp3 triliun per tahun, jauh lebih kecil dibandingkan potensi efisiensi yang diperkirakan mencapai Rp50 triliun setiap tahun. Oleh sebab itu, pemerintah memilih mempertahankan seluruh pegawai dibanding melakukan PHK.

Ia kembali memastikan seluruh karyawan akan menjadi bagian dari perusahaan hasil konsolidasi. Menurutnya, para pegawai tidak seharusnya menjadi pihak yang dirugikan dalam proses restrukturisasi karena kondisi perusahaan bukan disebabkan oleh mereka.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Atep Hilmansyah
expand_less