30 Juni Memperingati Hari Asteroid Sedunia, Berikut Penjelasan Lengkapnya
- account_circle Muhammad Ibrahim
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026 06:52 WIB
- visibility 140
- comment 0 komentar
- print Cetak

30 Juni Memperingati Hari Asteroid Sedunia, Berikut Penjelasan Lengkapnya (Sumber: Unsplash/ NASA Hubble Space Telescope)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Baca Juga: Binance tunda layanan UE karena belum kantongi lisensi MiCA
Sejarah Hari Asteroid Sedunia
Hari Asteroid Sedunia ditetapkan secara resmi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2016, dan mulai diperingati secara global sejak 2017.
Pemilihan tanggal 30 Juni didasarkan pada peristiwa ledakan asteroid di Tunguska, Siberia pada tanggal 30 Juni 1908, yang meratakan sekitar 2.000 kilometer persegi hutan.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa asteroid berukuran kecil sekalipun dapat menimbulkan dampak besar jika menabrak Bumi.
Hari ini diinisiasi oleh ilmuwan terkenal seperti Dr. Brian May (gitaris band Queen dan astrofisikawan), Danica Remy, Rusty Schweickart (mantan astronot Apollo), serta astrofisikawan Grig Richters.
Mereka ingin mendorong upaya lebih besar dalam mendeteksi asteroid dan mengembangkan sistem pertahanan planet.
Beberapa jenis asteroid
- Asteroid Sabuk Utama
Berada di antara orbit Mars dan Jupiter, merupakan jenis asteroid terbanyak. Contohnya: Ceres, Vesta, dan Pallas.
- Asteroid Trojan
Bergerak di orbit yang sama dengan planet (seperti Jupiter) namun berada di posisi stabil Lagrange. Contohnya: 624 Hektor.
- Asteroid Dekat Bumi (NEA/Near-Earth Asteroids)
Asteroid yang lintasannya mendekati atau bersinggungan dengan orbit Bumi. Inilah yang paling diperhatikan karena potensi tabrakan. Contohnya: Apophis, Bennu.
- Penulis: Muhammad Ibrahim




