Breaking News
Trending Tags

Anggaran Kipas Angin Kopdes Merah Putih Rp1,8 Triliun Dipertanyakan DPR

  • account_circle Atep Hilmansyah
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026 16:05 WIB
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id- Hari ini publik dihebohkan dengan isu anggaran kipas angin kopdes yang disebut mencapai Rp1,8 triliun untuk pengadaan 1,8 juta unit kipas angin dalam program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Besarnya nilai anggaran tersebut menjadi perhatian Komisi VI DPR RI dalam rapat kerja bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Rabu (16/7/2026).

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Mufti Anam, mengaku hingga kini belum mendapatkan penjelasan resmi dari pemerintah mengenai kabar pengadaan tersebut. Menurutnya, informasi yang beredar di masyarakat masih menimbulkan banyak pertanyaan karena belum disertai keterangan yang jelas.

Mufti menilai nilai anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp1,8 triliun terasa janggal jika dibandingkan dengan harga kipas angin yang beredar di pasaran. Berdasarkan penelusurannya di sejumlah platform e-commerce, harga kipas angin berdiri dari berbagai merek berada di kisaran Rp300 ribu hingga Rp338 ribu per unit.

Ia berpendapat, apabila pemerintah melakukan pembelian dalam jumlah besar, seharusnya harga satuan yang diperoleh bisa lebih murah daripada harga eceran. Karena itu, ia mempertanyakan spesifikasi produk, merek, hingga mekanisme pengadaan yang digunakan apabila proyek tersebut benar-benar ada.

“Kalau pengadaan ini benar, kipas anginnya merek apa, spesifikasinya seperti apa, dan dibeli dari mana?” ujar Mufti dalam rapat kerja tersebut.

Selain meminta klarifikasi, DPR juga mendesak pemerintah agar seluruh proses pengadaan barang untuk program Kopdes Merah Putih dilakukan secara transparan. Salah satu usulan yang disampaikan adalah menyediakan dashboard atau sistem informasi yang dapat diakses publik sehingga masyarakat bisa memantau setiap proses pengadaan, mulai dari jenis barang, tujuan pembelian, nilai anggaran, hingga merek yang digunakan.

Menurut Mufti, keterbukaan informasi menjadi hal penting agar setiap penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Ia berharap pemerintah segera memberikan penjelasan resmi terkait isu anggaran kipas angin kopdes yang kini menjadi sorotan publik.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Atep Hilmansyah
expand_less