Breaking News
Trending Tags

‎Pergantian Nama RSUD Cibabat Tuai Polemik, Wali Kota Cimahi Buka Suara

  • account_circle kusnadi
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026 13:42 WIB
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID, CIMAHI – Rencana pergantian nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat Kota Cimahi menjadi polemik dan ramai di media sosial.

‎Dari pimpinan dan anggota DPRD Kota Cimahi hingga para tokoh pendiri Kota Cimahi melakukan penolakan pergantian nama rumah sakit Cibabat.

‎Sebagai upaya menepis polemik dan simpang siur informasi yang berkembang terkait rencana perubahan nama RSUD Cibabat, Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana menggelar konferensi pers di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Senin (27/7/26).

‎Ngatiyana menjelaskan bahwa wacana rebranding tersebut baru sebatas tahap awal kajian teknis kemudian disampaikan ke DPRD Kota Cimahi untuk persetujuan selanjutnya di sampaikan juga ke Kementerian Kesehatan untuk disahkan.

‎Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi hanya berada dalam posisi menyerahkan hasil kajian konsultan yakni PT Markplus.

‎Menurutnya, legislatif memiliki wewenang penuh untuk menyetujui, meminta pilihan lain, atau bahkan menolak usulan tersebut.

‎”Ini masih baru tahap awal, masih panjang tahapnya. dan Itu pun tergantung nanti persetujuan dari DPRD. Kita pemerintah Kota Cimahi yang menyerahkan hasil dan persetujuannya ada di DPRD Kota Cimahi,” ujar Wali Kota.

‎Dalam konferensi pers tersebut, Ngatiyana meluruskan simpang siur informasi mengenai besaran biaya kajian dengan konsultan PT MarkPlus Indonesia yang sempat diisukan mencapai Rp1,5 miliar dari APBD.

‎Wali Kota menegaskan angka tersebut tidak benar, melainkan bernilai Rp97 juta untuk pendampingan kajian dari awal hingga selesai.

‎‎”Biayanya adalah Rp97 juta. Sudah dilaksanakan 4 bulan dan itu sampai selesai. Jadi jangan salah persepsi ada yang bilang satu setengah miliar dari mana,” tegasnya.

‎‎Ia memaparkan bahwa proses kajian ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh per kelurahan, tokoh agama (FKUB dan FKDM), akademisi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), hingga budayawan.

‎‎Hasil kajian teknis tersebut berhasil menyaring puluhan usulan nama menjadi tiga kandidat utama yang nantinya disodorkan ke legislatif.

‎”Nanti nama nama yang masuk tiga besar akan disampaikan ke DPRD, diantaranya Rumah Sakit Bakti Saluyu, kemudian Rumah Sakit Sastra Winangun, dan Rumah Sakit Wijaya Mulya,” paparnya.

‎Mengenai latar belakang munculnya ide perubahan nama, Wali Kota menerangkan bahwa gagasan tersebut berangkat dari diskusi awal bersama Wakil Wali Kota guna mengembalikan kepercayaan publik terhadap citra pelayanan RSUD Cibabat di masa lalu.

‎‎”Bagaimana untuk mengembalikan kepercayaan pelayanan yang baik kepada masyarakat sehingga mengalihkan istilah pemikiran dari masyarakat tidak trauma terhadap Rumah Sakit Cibabat,” lanjutnya.

‎Kendati demikian, Wali Kota meminta agar sorotan publik tidak melulu tertuju pada perdebatan papan nama, melainkan melihat progres pembenahan mutu pelayanan yang sedang berjalan masif di bawah manajemen rumah sakit yang baru.

‎‎Beberapa pembenahan fisik dan operasional yang telah direalisasikan antara lain pengoperasian Unit Pengolahan Darah Rumah Sakit (UPDRS), pembangunan fasilitas ruang VVIP, perbaikan pagar dan taman depan, penertiban PKL, pembersihan embung, hingga kemudahan penanganan pasien tidak mampu dan peserta BPJS non-aktif yang dibantu hingga tuntas tanpa biaya

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: kusnadi
expand_less