Asap Karhutla Selimuti Banjarmasin, Warga Diminta Gunakan Masker dan Waspadai ISPA
- account_circle anshori
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026 10:08 WIB
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hadapi Puncak Musim Kemarau 2026, Kemenhut Cegah Karhutla
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Di Guntung Damar dan Pengayuan ada layanan kesehatan. Kalau ada ISPA atau terkena apa pun, segera diperiksa,” katanya.
Ketersediaan layanan kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengantisipasi dampak karhutla terhadap masyarakat. Warga di sekitar kawasan terdampak tidak perlu menunggu kondisi semakin parah apabila mulai mengalami keluhan kesehatan.
Gejala seperti batuk, sesak napas, tenggorokan terasa tidak nyaman, atau gangguan pernapasan lainnya perlu mendapatkan perhatian, terutama ketika kualitas udara sedang menurun akibat asap.
Muhidin menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak berhenti pada upaya memadamkan api. Perlindungan terhadap masyarakat yang berada di sekitar wilayah kebakaran juga menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut.
Asap yang dihasilkan dari kebakaran dapat menyebar ke wilayah yang lebih luas sehingga masyarakat yang tidak berada tepat di lokasi kebakaran pun tetap berpotensi terdampak.
Karena itu, masyarakat diminta memperhatikan perubahan kualitas udara dan mengurangi risiko paparan asap. Penggunaan masker ketika berada di luar rumah menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan.
Pemerintah juga terus mendorong agar masyarakat tidak mengabaikan kondisi kesehatan selama asap karhutla masih muncul. Jika muncul keluhan yang berkaitan dengan pernapasan, warga diimbau segera memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia.
- Penulis: anshori




