Korban Miras Oplosan Berjatuhan, Kang Anton Prihatin
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 11 Apr 2018
- visibility 656
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 2, Anton Charliyan mengaku prihatin dengan insiden minuman keras oplosan yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung.
Hingga kini jumlah korban yang mendapat perawatan di RSUD Cikopo Cisalengka sebanyak 30 orang. Bahkan 15 orang diantaranya meninggal dunia.
“Saya turut prihatin dan sangat miris dengan korban miras oplosan,” kata Kang Anton.
Kang Anton berharap agar aparat pemerintah, baik legislatif, eksekutif, yudikatif maupun penegak hukum, turut ambil langkah-langkah pencegahan agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali. Ini sangat darurat.
“Peredaran miras darurat harus segera ditertibkan,” tegasnya.
Kang Anton juga meminta kepada pihak rumah sakit untuk menangani korban semaksimal mungkin dan memberikan tindakan medis secara optimal.
“Saya meminta dokter pihak rumah sakit, menyelamatkan korban yang masih selamat,” ujarnya.
Menurut Kang Anton, bahaya miras atau minumal beralkohol ini sudah jelas dampaknya, terlebih adanya penambahan bahan oplosan. Ia pun mengingatkan kepada generasi muda untuk menghindari penggunaan miras.
“Ini membuktikan bahwa miras sumber dari segala petaka. Dan saya mengimbau agar generasi muda tidak terjebak pada miras, narkoba dan obat terlarang lainnya,” tandas mantan Kapolda Jawa Barat ini.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




