BKKBN: Selama Pandemik COVID-19, Penggunaan Alat Kontrasepsi Menurun
- account_circle kusnadi
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
- visibility 186
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hal lain yang dilakukan oleh BKKBN, kata Hasto, yaitu melakukan analisa untuk mengetahui jumlah dan persebaran pasangan usia subur yang membutuhkan alat kontrasepsi seperti pelayanan suntik KB, pil KB, IUD dan implan. BKKBN juga bisa mendistribusikan kontrasepsi ulangan pil dan kondom. Informasi itu bisa diperoleh melalui kader institusi masyarakat.
Selain itu, BKKBN mengaku tetap memberikan konseling mengenai keluarga berencana secara daring atau tatap muka langsung. Namun, bila kunjungan dilakukan dengan bertemu langsung, maka jarak ideal harus diperhatikan. Selain itu, bidan berperan sebagai pengawas dan pembina, dalam hal distribusi alat kontrasepsi yang dilakukan oleh PLKB (petugas lapangan KB).
Hasto menaruh harapan kepada para provider kesehatan seperti bidan dan dokter untuk terus memberikan masukan serta kritik atas kebijakan BKKBN selama pandemik COVID-19. Mereka membutuhkan masukan itu, untuk mengantisipasi gelombang baby boom usai pandemik usai.
Sementara, menurut ahli kandungan dari sebuah rumah sakit di New York, Amerika Serikat, Renee Wellenstein, keputusan kapan dan bagaimana seorang perempuan untuk hamil merupakan sebuah keputusan pribadi. Ia sendiri memprediksi dalam sembilan bulan ke depan di AS, tidak akan terjadi baby booming karena pasangan kini memiliki kesempatan bertatap muka lebih banyak.
Ia pun menyarankan bagi pasangan yang memilih dan masih bisa untuk memiliki anak, agar ditunda dulu sementara waktu. Stress yang meningkat akibat pemberitaan mengenai COVID-19 yang tak berhenti dan libido yang menurun, tak memungkinkan terjadinya pembuahan.
- Penulis: kusnadi



