BPOM Temukan 100 Ribu Jamu Oplosan Berbahaya
- account_circle Hasanah 012
- calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
- visibility 71
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi obat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID, NASIONAL – BPOM RI telah menindak 100 ribu obat berbahan herbal yang tidak sesuai dengan ketentuan. Obat-obat yang ditemukan oleh BPOM telah dioplos dengan bahan kimia seperti paracetamol hingga tadalafil.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar mengatakan menindak lima lokasi yang berada di Jawa Tengah. Produk yang ditemukan telah dijual tanpa izin edar dan proses produksinya tidak layak.
“Kalau orang menggunakan obat tradisional kan dipercaya secara natural ini minuman sehat, tetapi kalau dia gunakan itu lantas di dalamnya mengandung misalnya obat bahan kimia obat dexamethasone, sildenafil citrat untuk obat kuat, dan yang lain-lain, antibiotik dampaknya ada dua,” ujar dalam konferensi pers Rabu (28/5/2025).
Ia menjelaskan bahaya dari obat tersebut adalah gangguan pada fungsi ginjal hingga kerusakan hati. Obat bahan herbal ini dikemas dalam bentuk jamu ini banyak diedarkan di berbagai wilayah.
Jamu ini teridentifikasi dijual di Bandung, Medan, Lampung, Riau hingga Makassar. Produsen tersebut melakukan beragam modus dan distribusi dengan menipu konsumen.
“Itu kita mau jaga rakyat kita jangan kena tipu oleh pelaku-pelaku yang nakal ini dan inilah yang sebetulnya sangat berbahaya karena dia bisa merusak seharusnya bahan jamu ini natural yang tidak punya dampak negatif, menjadi berbahaya,” ujarnya.
Hasil pengujian di laboratorium mengungkapkan bahwa produk tersebut tidak sesuai standar dan mengandung bahan kimia obat (BKO) seperti sildenafil sitrat dan natrium diklofenak. Berikut jenis jamu oplosan yang ditemukan di Klaten:
- Penulis: Hasanah 012



