Budhi Sarwono Ditahan KPK, Jumat Keramat Kembali Terbukti

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono ditahan KPK/Foto: Sutikno
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono ditahan KPK/Foto: Sutikno

Hasanah.id, Jakarta – Budhi Sarwono, Bupati Banjarnegara, ditahan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (3/9). Penangkapan terkait kasus di tahun 2017.

Budhi Sarwono diamankan terkait dengan kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2017-2018.

Budhi Sarwono ditetapkan sebagai tersangka Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 B ayat 1 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Dengan telah dilakukannya pengumpulan berbagai informasi dan data yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ini ke penyidikan pada bulan Mei 2021, dengan menetapkan tersangka BS (Budhi Sarwono),” ujar ketua KPK Firli Bahuri.

Selain Bupati Banjarnegara periode 2017-2022 itu, KPK juga menetapkan satu orang pihak swasta bernama Kedy Afandi sebagai tersangka. Budhi Sarwono di tahan di Rutan KPK Kavling C1 dan Kedy Afandi ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur.

Dalam kesempatan itu, Budhi Sarwono sempat menitipkan pesan untuk masyarakat Kabupaten Banjarnegara.

“Assalamualaikum, untuk masyarakat Banjarnegara, selama empat tahun saya telah membangun Banjarnegara, yang tadinya jalannya hancur semua, sekarang Alhamdulillah sudah baik,” ucap Budhi di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2021).

Sementara itu, diketahui kekayaan Budhi Sarwono berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 31 Desember 2020 sebesar Rp 23.812.717.301. Dalam LHKPN itu tertera bahwa Budhi memiliki dua bidang tanah dan bangunan di Kabupaten Banjarnegara senilai total Rp 1.292.495.014.

Dari LHKPN Budhi juga diketahui bahwa kekayaan Budhi meningkat sekira Rp 4,7 miliar sejak ia menjabat sebagai bupati pada 2017.

Sekadar informasi, Budhi ditangkap di hari Jumat, mempertegas jargon “Jumat Keramat” milik KPK, di mana hal ini merujuk pada pemanggilan atau penahanan terduga dan terdakwa korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sehingga biasanya terdakwa yang dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat, seusai pemeriksaan tersebut akan langsung ditahan.

Total
3
Shares
Related Posts