Berita

Bupati Pangandaran Umumkan Hasil Tes Swab 122 Pemudik

Hasanah.id – Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengumumkan hasil Swab Covid-19 terhadap 122 orang pemudik yang merupakan warga Kabupaten Pangandaran.

Termasuk tiga orang reaktif yang merupakan 2 orang warga Desa Cimindi Kecamatan Cigugur dan 1 orang merupakan warga Desa Kertaharja Kecamatan Cimerak.

“Alhamdulillah hasil Swab nya negatif Covid-19,” ungkap Jeje, Senin, 25 Mei 2020 yang dilansir pikiranrakyat.com.

Jumlah tersebut kata Jeje, berbeda dengan hasil swab pemudik asal Desa Sindangwangi Kecamatan Padaherang yang hasil tesnya keluar setelah tiga hari selesai menjalani isolasi ditempat khusus.

“Kalo yang satu orang asal Desa Sindangwangi kan positif, jadi harus ditangani dan sekarang sedang di rawat di ruang isolasi RSUD Pandega Pangandaran, termasuk keluarga nya dan warganya juga harus di karantina dan dilakukan Swab,” kata Jeje.

Maka untuk kebijakan pemerintah daerah selanjutnya menurut Jeje, melihat dari kasus kemarin ada satu orang pemudik asal Desa Sindangwangi Kecamatan Padaherang yang dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani isolasi khusus selama 14 hari.

“Masa karantina lebih cepat selesai dari keluarnya hasil Swab, maka kebijakan kita adalah setiap pemudik yang datang ke Pangandaran langsung di Swab,” ujarnya.

Sedangkan untuk managemen dan mekanisme di tempat khusus isolasi lanjut Jeje, akan di evaluasi beberapa hari ke depan.

Sementara itu, para petugas isolasi mandiri  yang ada di Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, mengaku kewalahan dengan tindakan yang  dilakukan oleh para pemudik yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di salah satu  sekolah di Putrapinggan.

Seperti yang di sampaikan oleh Nyana, salah seorang relawan petugas isolasi mandiri di desa Putrapinggan.

Kata dia, salah satu dari 13 orang yang menjalani isolasi mandiri membuat ulah yang tidak menyenangkan semasa di karantina, seperti mematikan listrik.

“Akibat listrik dimatikan, otomasis pompa air zat tidak berfungsi dan tidak bisa menyedot air dari sumur, akibatnya banyak penghuni lain yang protes,” ujar Nyana, Seni (25/5/2020).

Lanjutnya, pemudik yang berulah saat dikarantina tersebut berasal dari zona merah yakni dari Jakarta.

“Pemudik yang satu ini bahkan disaat tengah malam nyetel musik dengan suara kencang, ini tentu mengganggu ke pemudik lainnya,” katanya, seperti dikutip Harapanrakyat.

Dirinya pun mengaku sudah tidak sanggup lagi untuk menjaga pemudik yang diisolasi jika kondisinya terus seperti ini.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Putrapinggan Salam Suryanto membenarkan adanya salah satu pemudik yang kurang disiplin, bahkan bisa dikatakan rese saat menjalani karantina mandiri.

“Kami meminta bantuan dari Tim Gugus Tugas Kecamatan Kalipucang untuk menenangkan para pemudik di desa Putrapinggan,” katanya.

Kapolsek Kalipucang AKP Jumeli mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan anggota TNI dari Koramil Kalipucang, Sekmat Kalipucang dan pihak desa terkait permasalahan tersebut.

“Setelah berunding Tim Gugus Tugas Kecamatan Kalipucang pun langsung mendatangi tempat isolasi mandiri di sekolah,” ucapnya.

Kata Jumeli, jika para pemudik yang dikarantina dan berulah terlebih sampai merusak fasilitas sekolah, pihak kepolisian tidak akan segan-segan membawa ke jalur hukum.

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close