Breaking News
Trending Tags
Beranda » BISNIS » Danantara Diprediksi Jadi Game Changer Investasi Global di Indonesia

Danantara Diprediksi Jadi Game Changer Investasi Global di Indonesia

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Proyek strategis nasional Daya Anagata Nusantara atau Danantara dinilai bakal menjadi motor penggerak investasi besar di Indonesia. Optimisme itu datang dari Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas), yang menyebut minat kuat investor global—terutama dari Qatar—menjadi sinyal kuat keberhasilan inisiatif tersebut.

Ketua Dewan Pembina Formas, Hashim Djojohadikusumo, dalam acara halal bihalal Formas di Jakarta, Selasa (15/4), mengungkapkan bahwa Qatar siap menggelontorkan dana hingga USD 2 miliar untuk mendukung Danantara.

“Saya baru kembali dari Timur Tengah dan bisa pastikan bahwa Qatar melihat potensi Danantara sangat serius,” ungkap Hashim.

Menurut Hashim, keberhasilan awal program Danantara di kawasan Timur Tengah menjadi bukti nyata bahwa proyek ini memiliki daya tarik global.

“Pemerintah Qatar bahkan mendorong pembentukan dana investasi besar khusus untuk program ini,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga mengumumkan bahwa Indonesia akan mencocokkan komitmen Qatar dengan menyuntikkan dana senilai USD 2 miliar ke dalam proyek tersebut. Artinya, total investasi tahap awal akan mencapai USD 4 miliar yang dikelola bersama oleh Danantara dan Qatar Investment Authority (QIA).

Hashim menyebut keterlibatan Qatar bukan sekadar komitmen finansial, tetapi juga pengakuan terhadap kebangkitan Indonesia di mata dunia.

“Selama ini bangsa kita sering diremehkan. Tapi sekarang kita tunjukkan bahwa kita punya kekuatan—dan kita mulai dihargai,” ujarnya.

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, memastikan bahwa pihaknya siap penuh untuk mengelola dan merealisasikan investasi tersebut. Fokus utama penggunaan dana akan diarahkan ke sektor-sektor strategis seperti hilirisasi industri, kesehatan, energi terbarukan, teknologi, dan ekonomi digital.

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less