Dari Status Waspada Kini Gunung Tangkuban Perahu Menjadi Normal Kembali
- account_circle kusnadi
- calendar_month Senin, 21 Okt 2019
- visibility 241
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id– Paska Pusat Gunung Tangkuban Parahu mengalami erupsi sejak 26 Juli lalu, akibatnya wisata tutup selama tiga bulan. Kini Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akhirnya menurunkan status Gunung Tangkuban Parahu dari level II waspada menjadi level I normal. Penurunan status dilakukan pukul 09.00 WIB.
Meski demikian, baik pengelola, wisatawan, maupun pedagang di Kawah Ratu tidak diperkenankan mendekati bibir kawah untuk menghindari terjadinya kemungkinan buruk. “Di luar itu masih aman begitu, ya. Masyarakat dapat berkunjung dan beraktivitas di sekitar Gunung Tangkuban Parahu asal tidak masuk ke dalam sekitar bibir kawah dan tidak masuk ke dalam kawah aktif apalagi malam hari tidak boleh menginap di sana,” kata Kepala PVMBG Badan Geologi Bandung, Kasbani, Senin (21/10/2019).
Dikatakannya, berdasarkan hasil pengamatan yang ditunjukkan baik oleh visual maupun data instrumen, aktivitas vulkanik Kawah Ratu sudah menurun. “Cenderung turun dan stabil. Maka kami tetapkan bahwa pada hari ini, turun dari level dua waspada menjadi level satu normal,” ujarnya.
Terkait potensi hujan lahar, dia menyebutkan, pada erupsi sebelumnya, material erupsi lebih banyak menumpuk di dalam kawah sementara di luar kawah sangat tipis sehingga potensi terjadi hujan lahar sangat kecil. Meski begitu, masih ada indikasi erupsi freatik dan bisa terjadi secara tiba-tiba walaupun tidak perlu terlalu khawatir mengingat energi di dalam perut kawah cenderung menurun dan stabil.
“Makanya masyarakat tidak diperkenankan masuk ke dalam kawah atau mendekat ke kawah apalagi di malam hari. Sejauh ini bahaya gas beracun di daerah puncak ataupun di luar kawah itu relatif kecil ya, kecuali di dalam kawah,” pungkasnya.
- Penulis: kusnadi



