Berita

Dari Tujuh Staf Khusus Presiden, Dua Mengundurkan Diri

Hasanah.id– Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra, dua Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah mengundurkan diri. Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi memahami keputusan pengunduran diri dua stafnya. Di mata Jokowi, Belva dan Andi merupakan sosok yang cerdas dan berprestasi.

 “Saya memahami kenapa mereka mundur, Saudara Belva Devara dan Andi Taufan. Mereka anak-anak muda yang brilian, yang cerdas, dan memiliki reputasi serta prestasi yang sangat baik,” kata Jokowi melalui telekonferensi pers dari Istana Merdeka, Jumat (24/4/2020).

Sejak awal Jokowi menginginkan adanya pemuda yang berkesempatan belajar dan berperan serta dalam tata kelola pemerintahan. Selama menjalankan tugas, lanjut Jokowi, stafnya itu banyak memberikan gagasan serta inovasi di berbagai sistem pelayanan publik agar menjadi lebih cepat dan efektif.

“Mereka telah banyak membantu saya bersama-sama dengan staf khusus lainnya dalam membuat inovasi di berbagai sistem pelayanan publik sehingga lebih cepat dan efektif,” ujarnya.

Meski begitu, Jokowi tak menyesalkan keduanya mundur dari jabatan Stafsus. Jokowi pun mendoakan agar Belva dan Andi lebih sukses di bidangnya. “Saya meyakini, insyallah, mereka akan sukses di bidang masing-masing. Belva di bidang pendidikan dan Andi Taufan di bidang tekfin keuangan mikro dan usaha kecil,” imbuhnya.

Seperti diketahui, CEO PT Amartha Mikro Fintek Andi Taufan Garuda Putra mundur sebagai staf khusus ‘milenial’ Presiden Joko Widodo. Melalui suratnya, Andi Taufan Garuda Putra mengaku mundur karena ingin mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama usaha mikro dan kecil.

Sementara CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara mengajukan pengunduran diri sebagai staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pengunduran diri itu dilakukan guna menghindari konflik kepentingan menyusul dijadikannya Ruangguru sebagai salah satu aplikator program pemerintah melalui Kartu Prakerja.

Dia mengaku ingin menghindari polemik mengenai persepsi publik yang bervariasi. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin polemik tersebut berkepanjangan yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Presiden Jokowi dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi Covid-19.

Tags
Back to top button
Close
Close