NASIONAL

DAU dan DAK Sulbar Berkurang Akibat Turunnya Penerimaan Pajak dan Migas

Jakarta-Hasanah.id – Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Provinsi Sulawesi Barat saat ini mengalami penurun atau berkurang. Hal ini diakibatkan adanya penerimaan negara dari pajak dan migas megalami penurunan.

“Bahwa short tax kita ini Rp 245 triliun. Pada saat membagikan transfer daerah membaginya ibarat kueh, bagaimana membagikannya dengan adil dan cermat,” jelas Anggota Badan Anggaran Hamka B Kadi saat menerima audiensi Anggota DPRD dari Sulawesi Barat, di Ruang Rapat Banggar, Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Politisi Fraksi Partai Golkar ini menegaskan, saat ini struktur penerimaan negara dari pajak dan migas mengalami penurunan, otomatis pertumbuhan ekonomi pun turun. “Oleh karena itu memang terjadi pengurangan-pengurangan dua tahun terakhir ini karena melorotnya penerimaan migas,” tambah Hamka.

Lebih jauh Hamka menjelaskan, pembagian dana transfer daerah bergantung pada postur penerimaan negara. Hamka mengatakan transfer daerah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) ataupun Dana Alokasi Khusus (DAK) atau jalur pencairan anggaran lainnya bergantung dari pusat, dan perhitungannya dilakukan dengan adil dan cermat.

Dia pun mengungkapkan bahwa, 90 persen postur anggaran daerah berasal dari pusat, bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah. “Kita harus pahami dulu bahwa antara anggaran pusat dengan daerah di tetapkan melalui APBD masing-masing. Kita harus catat bahwa hampir 90 persen postur anggaran bapak itu pasti dari pusat,” ujar Hamka.

Adapun usulan dan keluhan yang disampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, akan menjadi bahan penyusunan anggaran berikutnya. “Namun demikian tentu usulan-usulan seperti tadi menjadi bahan masukan di dalam penyusunan anggaran berikutnya. Mudah-mudahan ke depan ini, terjadi perbaikan-perbaikan struktur penerimaan negara,” papar Hamka.

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close