Kanda menilai, pokok persoalan dari pertanyaan para panelis bisa saja menggiring opini para Paslon untuk menyampaikan sesuai pertanyaan yng disampaikan.
“Saya menilai terlihat biasa saja bisa terjadi karena pertanyaan yang disampaikan panelis belum mengerucut dan tajam untuk membuka ide dan gagasan para pasangan calon Walikota. Kita bisa lihat tadi, persoalan pembangunan, ekonomi, UMKM, kesehatan, ada pendidikan, persoalan lingkungan dan banjir juga kepemudaan disampaikan para paslon datar-datar saja dan menurut saya umum sekali. Kami melihat hanya Paslon nomor urut Dua yang menjabarkan detail melalui targeting angka-angka yang bakal dilakukan nanti tetapi belum menyentuh pada langkah konkrit nya, tentu saja ini karena Paslon nomor dua sangat pengalaman dalam tata kelola pemerintahan, mereka menjelaskan bagaimana proses pembangunan yang diatur melalui RPJMN, RPjMD Provinsi dan RPJMD Kota harus selaras,” jelas Kanda.
Meski demikian, Kanda memakluminya karena ini masih dalam tahapan debat publik awal semoga saja tahapan debat berikutnya bisa lebih baik.