NASIONAL

Desmon Kritik Ketua KY Promosikan Calon Hakim Agung Ketimbang Hasil Seleksi

Jakarta-Hasanah.id – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa kritik Ketua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus. Pasalnya dalam rapat konsultasi di kompleks MPR/DPR, Jaja dinilai lebih mempromosikan salah seorang calon hakim agung ketimbang hasil seleksi.

Pada awal rapat, Jaja memang memaparkan hasil seleksi calon hakim agung. Jaja menyebut Soesilo merupakan calon hakim agung yang mempunyai kompetensi di atas rata-rata.

Karena pemaparan itulah Desmond mengkritik Jaja. Dia menyebut pemaparan Jaja seperti penggiringan agar menyetujui salah satu calon hakim agung.

“Ada yang menarik disampaikan di forum ini. Soesilo tuh di atas rata-rata. Kalimat di atas rata-rata dari omongan bapak (Jaja) tadi, saya…. Ada yang menggelitik. Rata-rata apa? Kemampuan intelektualnya kah atau segalanya? Atau ini bagian daripada penggiringan,” tegas Desmond.

Desmond juga menganggap paparan Jaja seperti mempromosikan salah seorang calon hakim agung Politikus Partai Gerindra itu mengaku kaget.

“Saya agak sedikit tersentak tadi melihat ketua mempromosikan orang, rumuskan orang,” terang Desmond.

Senada dengan Desmond, anggota Komisi III DPR, Taufik Basari mengatakan, semestinya Ketua KY juga memaparkan hasil seleksi calon hakim agung. Pada saat pemaparan tadi, Jaja memang hanya menyampaikan hasil seleksi terhadap Soesilo. Calon lainnya akan dijelaskan secara tertulis.

“Memang sebaiknya ketika ingin memaparkan latar belakang, contoh latar belakang, sekalian saja semuanya. Waktu masih ada, minta izin juga bisa waktunya. Daripada nanti malah akhirnya menimbulkan hal-hal yang tidak kita harapkan berupa asumsi-asumsi atau persepsi-persepsi yang mungkin tidak pas,” papar Taufik.

Politikus Partai NasDem itu juga menyayangkan tidak adanya rekam jejak putusan para calon hakim agung dalam dokumen hasil seleksi yang berikan KY ke Komisi III. Seperti diketahui, KY telah mengajukan enam nama calon hakim agung ke DPR.

“Oleh karena itu, menurut saya, apabila masih memungkinkan, mungkin saya bisa mendapatkan tambahan bahan bagi Komisi III ini terkait dengan putusan-putusan,” sebut Taufik.

Berikut enam nama calon hakim agung yang telah diajukan KY ke DPR untuk disetujui:

1. Soesilo, hakim tinggi Pengadilan Tinggi (PT) Banjarmasin
2. Dwi Sugiarto, hakim tinggi PT Denpasar
3. Rahmi Mulyati, panitera muda perdata khusus MA
4. H Busra, Ketua PT Agama Kupang
5. Brigjen TNI Sugeng Sutrisno, hakim militer utama Dilmiltama
6. Sartono, Wakil Ketua III Pengadilan Pajak Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kinerja Hakim

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close