Berita

Dilakukan Swab Test Hingga 150 Orang, Satu Warga Karangmekar Kota Cimahi Dinyatakan Positif

Hasanah.id– Seorang warga Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi dinyatakan positif. Pemerintah Kota Cimahi akan melakukan Karantina mikro sebagai upaya tracing terhadap riwayat kontak erat yang dilakukan pasien positif tersebut. Selain itu juga  dilakukan swab test terhadap warga sekitar yang ditargetkan 150 orang, untuk menjalani swab test.

“Betul, ada satu orang warga yang berprofesi sebagai penjual kupat tahu dinyatakan positif terpapar Covid-19. Berdomisili di RT 01 RW 17 Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi,”ucap salah seorang warga yang tinggal di wilayah tersebut, Agus (50) Jumat (5/6/2020).

Lanjut Dia, mengatakan sebelumnya orang tersebut telah menjalani rapid test di Rumah Sakit Mitra Kasih dengan hasil reaktif, kemudian dipastikan dengan swab test yang menunjukkan terkonfirmasi positif Covid-19. Kini pasien positif tersebut sudah menjalani perawatan di ruang isolasi khusus RSUD Cibabat.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya yang turut memantau kegiatan tersebut mengatakan, swab test perlu dilakukan terhadap warga yang ada di lingkungan pasien positif untuk melakukan pencegahan penyebaran.

“Telah kami saksikan pelaksanaan swab test warga di Kelurahan Karangmekar ini karena ada kasus positif di lingkungannya. Targetnya antara 150 orang sampai 200 orang yang akan diperiksa,” ungkap Atalia saat ditemui, Jumat (5/6/2020).

Lebih lanjut Atalia mengatakan pihaknya berharap hasil swab test dari warga tersebut bisa segera diketahui sehingga penanganan pencegahan Corona Virus Disease atau COVID-19 bisa dilakukan dengan baik oleh Gugus Tugas COVID-19 Kota Cimahi.

“Mudah-mudahan hasilnya bisa segera diketahui, jadi peta penyebarannya akan jadi dasar penanganan Gugus Tugas COVID-19 Cimahi. Kalau ada yang positif hasil swab test, langsung diberikan treatment khusus saat perawatannya,” jelasnya.

Disamping itu juga tambah Atalia, pihaknya akan memberdayakan PKK dan relawan untuk membantu penyediaan kebutuhan makan warga yang dikarantina selama 14 hari.

“Untuk kebutuhan ditanggung pemerintah, nanti PKK yang mengatur soal penyediaan jatah makan. Kita buat dapur umum untuk penyediaan makanan warga,” jelasnya.

Sementara Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengungkapkan pelaksanaan swab test diintensifkan oleh Gugus Tugas COVID-19 agar peta sebaran wabah setelah ada kasus positif di satu lingkungan bisa langsung diketahui.

“Setelah ada satu warga di Kelurahan Karangmekar yang positif, kita langsung kejar kontak eratnya dengan swab test, targetnya 200 warga diswab, tapi baru 150 yang berjalan,” katanya.

Ajay mengaku penerapan karantina mikro atau Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di satu RT tersebut tidak mulus. “Padahal karantina mikro atau PSBM diterapkan untuk mencegah perluasan penyebaran dan melakukan pemetaan terhadap sebaran Covid-19 di lingkungan tersebut,”pungkasnya.

“Kesulitan saat menerapkan PSBM ini memang ada, banyak menolak untuk karantina mikro. Tapi kami terus edukasi dan sampaikan bahwa ini demi menghentikan penyebaran dan tidak perlu takut dikucilkan,” bebernya.

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close